Hidup
Banyak hal yang terjadi dalam setiap kehidupan. Kami memfokuskan lebih kecil menjadi Senadi yang berhubungan dengan isu-isu kekeluargaan, Sepasang yang membicarakan relasi antarkekasih, dan Sekitar yang berisi tentang social relationship seperti persahabatan atau ikatan-ikatan lainnya.

Mencukupi Hal yang Tidak Pernah Tercukupi

Ini yang menyebabkan kita selalu bertanya-tanya kepada kata dan rasa cukup. Mengapa kata dan rasa cukup diciptakan jika memang kita tidak akan pernah merasa cukup? Mengapa harus ada nilai cukup, jika yang terbaik adalah ia yang mendapatkan jauh lebih besar dari nilai rata-rata? Mengapa kita selalu merasa bahwa kita pantas diberi upah lebih, padahal mungkin yang sekarang sudah cukup?

“Jangan lupa atur tempat tujuanmu, supaya kau tahu kemana arahmu melaju.” Kata-kata tersebut selalu menjadi senjata terbaik untuk menceramahi orang-orang, supaya mereka memiliki tujuan, supaya mereka bekerja keras, supaya mereka memiliki arah kemana harus pergi dan supaya mereka tidak malas-malasan saja, tidak melulu menunggu rezeki dan mengeluh tentang segala hal yang terjadi dalam kehidupan. Beberapa […]

Bersawala dalam Senja

Berbeda dengan Pak Sapardi yang katanya ingin mencintaimu dengan sederhana, aku justru ingin mengatakan bahwa aku ingin mencintaimu dengan sangat sempurna, sesempurna cara si kumbang yang mengambil nektar dari cantiknya wajah mawar.

Saat senja menggantungkan keindahan di hamparan cakrawala, kita terduduk dalam dua bangku, dipisahkan oleh sebuah meja namun tetap disatukan oleh rasa cinta. Kita saling berhadapan, memandang sesekali, namun tetap terjaga dalam diam yang tidak begitu menjemukan. Senja kala itu kita sepakat hendak bersawala panjang tentang mimpi-mimpi yang hendak kita raih bersama. Setelah puluhan malam kulewati […]

Berteman dengan Ketakutan

Layu dipaksa tumbuh, rapuh dipaksa utuh

Pulang kembali pada rumah adalah ketakutan Tamu lampau hadir tak pernah usai Pelarian nyatanya tidak mampu menutup luka Dan ingatan-ingatan justru melahirkan air mata   Pulang kembali pada rumah adalah ketakutan Kebahagiaan hanya bersua dalam foto Ruang sendiri tidak dapat dijangkau Dan kian menghutan menyisakan kepingan parau   Manusia adalah penderitaan Layu dipaksa tumbuh Rapuh […]

Masih Perang, Ya?

Ucapkan terima kasih kepada tubuh, diri, hati yang sudah sekuat jati.

Sejatinya, dunia memang dipenuhi banyak tanya. Pertanyaan dan teka-tekinya yang tak mampu kaujawab membuatmu terlihat bodoh berdiri di dalam dunia. Sekarang aku tahu, teka-teki sulit yang tak tertebak itu adalah pertanyaan yang kaubuat sendiri, kau sendiri juga tak tahu apa jawabnya. Lalu kau menyalahkan dirimu, orang sekitar dan semesta, kenapa mereka memberikan pertanyaan yang tak […]

Ketika Kecewa Jadi Teman

Ternyata, jatuh pun mampu menguatkan. Dan berteman dengan kecewa tak sepenuhnya jadi hal yang salah. 

“Jangan berekspektasi terlalu tinggi. Kalau tidak terpenuhi, nanti sakit hati.”  Banyak orang yang mengatakan itu kepadaku sejak dulu. Yang walau sebenarnya tanpa diucapkan secara lantang pun aku mengerti, bahwa ketika ekspektasi masih terus saja kugantung pagi ini, maka kecewa kerap kali jadi teman di akhir hari. Tapi kurasa itu adalah hal yang wajar. Mengapa? Karena […]

Catatan Lorong

Rasanya nyeri sekali bila diraba. Entah, ini penyakit apa yang aku idap. Awalnya, aku tidak terlalu takut sehingga aku memutuskan untuk tidak periksa ke dokter. Tapi, semakin lama nyeri semakin parah. Pembengkakan pun membuatku tak nyaman. Akhirnya, aku memberanikan diri untuk memeriksakan ke dokter. 

Lalu engkau datang dengan berjalan pelan, membuka pintu itu dengan tenang. Menghampiriku yang masih terbaring di ranjang. Tanganmu mengusap jemariku, bibirmu mengucap sesuatu, berharap aku bangun saat itu. ***  “Bagaimana hari ini?” tanyanya. Suaranya memecah keheningan lorong. Kalimatnya sederhana, tapi menjadi penghilang segala kesah.  Aku terdiam. Menghela napas.  “Tidak terlalu baik. Dapat cadangan, tapi tak […]

Bertamu ke Bumi

Justru itulah saya mesti mencintai bumi, yang berarti, saya juga harus belajar lebih giat mencintai diri sendiri. Ketika saya mengkhianati alam, saya berarti menyakiti diri sendiri. Bahkan, juga melukai orang-orang lain yang saya cinta.

Saya percaya, memberi dengan mengharapkan balasan bukanlah cinta. Dan kita punya sisi dalam diri untuk bersikeras memenuhi kebutuhan, bahkan menjaga dan menguasainya demi napas yang langgeng. Ada pertanyaan yang berbalik ke saya, apakah saya betul-betul mencintai bumi jika sebetulnya saya hanya ingin hidup dan kematian adalah hal yang sering saya tunda? Conservation International menyatakan bahwa […]

Puisi-Puisi yang Dikembalikan

Kalut memang, sebab bagian paling sederhana dari kisahnya ialah doa yang mengalir tanpa diketahui oleh pemilik namanya. Sampai-sampai, ujung dari rasa sayangnya adalah mengikhlaskan. Sudah lama sekali aksara-aksaranya tak tersampaikan. Karena ia tahu, bukan dirinya yang pantas untuk mengirimkan.

Penanya akan selalu kembali pada saku Sampai akhirnya Walgitanya tak pernah diusaikan Seperti itu saja terus Tak pernah berani Tapi pandai menata hati Sampai rapi Sampai tak pernah diketahui ia pernah menangis Ikhlaskan saja rasanya Sampai letih raganya Sampai bungkam perasaannya Biarkan saja sajadahnya basah tertutup air mata Yang terpenting, ia tak lagi menaruh harap […]

Tafsir Awan dan Hujan

Andai kata ingin menafsirkan derasnya hujan, bagai penyesalanku terhadapmu, dan aku ingin berkata, “Aku ingin berbagi dunia bersamamu.”

Di luar sana, ku dengar suara gemuruh Jeruk peras hangat di depanku hanya kupandangi saja Awan sedang murung mendung Ingin meluapkan segala rasa, marah misalnya Kemudian hujan turun mengguyur Membasahi alam nan indah Dedaunan segar bak tertawa bahagia Ranting-ranting ibarat berbisik dengan handai-handainya Dan aku? Duduk dan terpekur Tanpa memafhumi apa yang mengoyak kalbu Isak […]

Hari Ini Tidak Hujan

Hari ini tidak hujan. Mimpi saya sedang mengendap, tidak benar-benar menghilang. Biarkan saja tinggal dalam pikiran, meski sesekali terasa gamang. Tidak perlu dicela, apalagi berkata tidak bisa. Setidaknya jangan dulu sebelum benar-benar mencoba.

Hari ini tidak hujan. Mimpi saya sedang mengendap, tidak benar-benar menghilang. Biarkan saja tinggal dalam pikiran, meski sesekali terasa gamang. Tidak perlu dicela, apalagi berkata tidak bisa. Setidaknya jangan dulu sebelum benar-benar mencoba. Hari ini tidak hujan. Tapi saat ini saya harus mencari jalan lingkar. Mungkin sedang perbaikan jalan. Sembari menimbang-nimbang kemungkinan, serta apa yang […]

Previous page Next page