Hidup
Banyak hal yang terjadi dalam setiap kehidupan. Kami memfokuskan lebih kecil menjadi Senadi yang berhubungan dengan isu-isu kekeluargaan, Sepasang yang membicarakan relasi antarkekasih, dan Sekitar yang berisi tentang social relationship seperti persahabatan atau ikatan-ikatan lainnya.

Berat Beban

Suatu hari bebanmu akan kurang dari beratmu, percayalah.

beratku hanya timbangan yang tahu bebanku hanya aku yang tahu angka 70 stagnan selalu sudah berapa tahun baru, berapa lebaran, berapa natal tubuhku sepertinya betah di angka itu sudah coba sering jalan kaki coba kurangi makan, coba kurangi minum tetap segitu-segitu saja sudah naik kelas, sudah naik tingkat nambah pikiran, nambah teman tetap segitu-segitu saja […]

Rona Pada Paras

Engkau harus tau, deru seruan ronamu itu menenggelamkan biru di diriku

Rona merah di pipimu Membuatku tersipu malu Mata tak lihai bersembunyi, kau tahu itu Melihat kanan kiri lamun tertuju ronamu itu Gelagapan bertingkah tak menentu Lelaki pemalu; yang pertama kali tidak malu Namun memalukan saat pertama kali bertemu Aku tertambat saat kau ceritakan sisi dari gelap malam Yang membuatmu mencintai larik sajak Yang engkau hela […]

Masih

Aku melihatmu meletakkan prasasti bukti adanya "kita" dalam sebuah tungku kayu,  kamu bersiap membakar, merelakan, melepas, menjadikannya abu lalu hilang dalam udara ruang.

Malam itu, kita berdebat mengenai kelangsungan bunga yang kita tanam bersama. Apakah harus kita tetap rawat di tempat yang sama atau langsung saja kita cabut hingga ke akarnya, lalu jatuhkan pada aspal yang kasar tanpa sedikit sentuhan tanah. Berulang kali ku katakan aku menyayangimu, namun belum cukup dapat membuatmu tinggal dan menetap. Senyum manis yang […]

Pilihan

Jika di dalam dirimu ada dua singa. Singa hitam dan singa putih, singa yang mana yang paling cepat tumbuh dan besar?

Pernah sekali ibuku bertanya, “Jika di dalam dirimu ada dua singa. Singa hitam dan singa putih, singa yang mana yang paling cepat tumbuh dan besar?” Aku diam sejenak, mencoba memahami kemana arah pembicaraan ini. Aku menggeleng. “Tidak tahu.” Ibuku tersenyum. “Singa yang paling sering kau beri asupan, ia akan bertumbuh dengan cepat.” Aku masih mencoba […]

Teruntuk Yang Kusebut Perempuan

Perempuan-ku, sudahkah kau terima undangan-ku? Sudah kusiapkan jamuannya; separuh hatiku.

[1] Jika Aku adalah Keluh, Maukah kau mengulurkan tangan? Mengusapnya, Agar keluh itu tetap milikmu. Jika aku adalah gaduh, Sudikah kau membisikkan suara? Lirih, berbisik: “Gaduh atau melepuh bersamaku?” Jika aku adalah riuh, Relakah kau berdiam sejenak? Menatapku, Menyadarkanku, Keluh, gaduh, riuh; itu Kamu.   [2] Kulipat rindu menjadi sebuah kertas, Kupanggil angin, lalu kutitipkan. […]

Kopi Asin

Otak saya dengan cepat mengulang kejadian beberapa hari lalu. Kejadian yang membuat hidup saya tak manis lagi. Sejak hari itu, rasa kopi dalam mulut saya selalu berubah rasa. Tak manis, pahit ataupun gurih. Kopi yang saya teguk berubah rasa jadi asin.

Sore ini saya kembali beraktivitas setelah beberapa hari terpuruk karena dia. Saya kembali menjadi seorang perempuan yang sibuk. Pergi mencari inspirasi untuk menulis jadi pilihan sore ini. Saya datang ke kedai kopi di kawasan Kemang. Dan duduk di sekitar orang-orang. Sesekali saya melihat ke depan, kiri, belakang, dan kanan. Orang-orang berlalu lalang. Pergi dan datang. […]

Kita, Sebatas Cerita

Benar adanya, bahwa kita hanya sebatas cerita yang kusimpan rapat dalam kepala

aku ingin bercerita tentang awan, tapi aku tak tau siapa yang bersedia mendengar aku ingin bercerita tentang embun, tapi sejuknya begitu menyakitkan aku ingin bercerita tentang laut, tapi dengan ketenangannya aku takut aku ingin bercerita tentang bulan, tapi ia selalu bersama malam aku ingin bercerita tentang angin, tapi ia begitu dingin aku ingin bercerita tentang […]

Senyap

Kamu tahu, terkadang menjadi satu terasa rancu, namun jika dua pun terasa ragu-ragu.

Kamu tahu, terkadang menjadi satu terasa rancu, namun jika dua pun terasa ragu-ragu. Aku paham jika raga siap tuk menanti, namun hati tak bisa basa basi. Terlalu durhaka kepada kenyataan. Meronta, meminta, memaksa. Kamu tahu, ketika sel-sel otak terkontaminasi oleh hati, ikut iri, lantas berlaku konotasi. Terus saja meminta satu untuk bertemu satu lainnya. Gila! […]

Paresthesia: Menemukan yang Tak Terjamah

Coba bantu aku. Beri aku secercah kebijaksanaan dan harapan dari relung sukmaku. Buahkan segala paling pada tiap tarikan benang merah dari nalarku. Wartakan kepadaku, apa segala yang sekarang kuusahakan akan bermakna?

Malam ini, lagi-lagi sekumpulan keraguan mengangkasa dalam cakrawalaku. Ada yang menjelma air yang membeku di jalanan yang liku. Lecat, berbahaya, dan repas. Kesempatannya terbatas. Memilih melintasi atau berhenti, ujungnya sama-sama terlibat dan membelit. Tetapi tergelincir seharusnya dapat lebih baik ketimbang terperosok. Di sini, aku sekarang. Memandang dan mengamati, tiap bayang dan remang, yang mungkin saja […]

Pohon Uang

Bersama iringan kepulanganku, aku berharap dalam hati semoga saat aku dewasa nanti dan mempunyai cukup uang untuk membeli sepatu mengkilap itu, aku bisa pergi menaiki pohon uang yang tinggi itu.

Ini hanyalah sepotong kisah tentang kegelisahan masa kecilku. Tentang kemana tanah lapang dan pepohonan pergi. Tentang tempat bermainku yang sudah tergantikan pohon uang, dan tentang layangan yang tak bisa ku terbangkan lagi. Tentang Ayah yang sangat aku kagumi dan Ibu seorang yang paling mengerti. Aku adalah Rama, anak yang dilahirkan normal oleh Ibuku. Aku adalah […]

Previous page Next page