Prosa

Untuk Setiap Singgah yang Tak Pernah Menjadikannya Rumah

Tujuh milyar manusia, katanya, namun ia gemar sekali mempertemukan sebelum akhirnya memisahkan—menjadikan yang awalnya asing menjadi tak asing, sebelum akhirnya kembali menjadikannya asing.

Perihal kehidupan, ternyata ia memang jenaka apa adanya. Tujuh milyar manusia, katanya, namun ia gemar sekali mempertemukan sebelum akhirnya memisahkan—menjadikan yang awalnya asing menjadi tak asing, sebelum akhirnya kembali menjadikannya asing. Berpindah mengetuk dari satu hati ke hati yang lainnya, hanya untuk sekedarnya singgah sementara. Berpindah secara berkala sampai akhirnya kita lupa, sudah berapa banyak […]

Jakarta Pukul Tiga

Ayah bercerita perihal hidupnya yang penuh akan kerja keras sampai hasil menyapa tanpa berkhianat. Ibu bercerita mengenai iklim impiannya yang terbentang sampai senja menjelma.

“Apa kabar?” sebuah pertanyaan seribu makna. Sudah terpaut sepekan sejak senja meninggalkan corak tak berarti di wajah jumantara. Yang terbesit hanya semburat garis menua bersama. Ayah bercerita perihal hidupnya yang penuh akan kerja keras sampai hasil menyapa tanpa berkhianat. Ibu bercerita mengenai iklim impiannya yang terbentang sampai senja menjelma. Perihal waktu, aku percaya semua berawal […]

Bukan Salahmu

Puan, bilamana aku harus menggambarkan semesta dengan segala kompleksitasnya yang ada, maka aku ini terlalu miskin aksara.

Puan, bilamana aku harus menggambarkan semesta dengan segala kompleksitasnya yang ada, maka aku ini terlalu miskin aksara. Karena, sungguh aku ini cuma pujangga, bukan seorang filosof alam seperti Empedocles yang mampu menganalogikan bagaimana filantropi dan rasa benci sama-sama mengatur perubahan duniawi. Puan, perihal itu semua, aku bisa memberimu beberapa hal yang lebih ugahari, seperti selimut […]

Untuk Seseorang yang Kupanggil Ayah

Sebagai anak, baktiku hanya selembar daun kering yang gugur karena terlalu tua. Sulit untuk jujur bila akupun menyayangi kedua orangtuaku.

Dini hari, di hari yang orang-orang peringati sebagai cara berterima kasih kepada seseorang yang  dipanggil Ayah. Aku menasbihkan diri untuk memperingatinya dengan menyetubuhi aksaraku. Ayah, yang kuteguk ranum kasihnya saat orang-orang tertidur melewati waktu yang hinggap pada sepertiga malam yang akhir. Seperti hari ini, kala orang-orang memasang foto wajah ayah-ayah mereka di media sosial serta […]

Dasar yang Sama

Manusia sama pada dasarnya. Kita hanya sedang melalui persimpangan jalan yang berbeda, namun sama tujuannya.

Setiap saat terasa seperti malam. Pagi itu gelap. Siang itu dingin, Malam tetap menjadi malam. Seolah waktu tak bergerak, rasanya seperti berjalan di atas benang yang melingkar tak berujung. Memasang senyuman indah sekuat tenaga. Menegapkan badan, jangan sampai bungkuk. Menjaga intonasi bicara, jangan sampai terbawa emosi. Semua itu dengan ganas mengikat, agar menjadi rutinitas abadi. […]

Menyamakan Langkah

Terkadang yang perlu kita lakukan hanyalah bergerak maju, lalu maju, dan maju. Tak peduli dengan terseok, menyeret, atau mengisut sekalipun. Sampai akhirnya kita menemukan mereka menoleh sambil tersenyum beriringan dengan langkah yang seirama.

Yang aku tahu, semuanya melaju ke depan tanpa pernah mundur. Melaju sangat cepat, terkadang bahkan terlalu cepat sampai terengah aku mengejarnya. Mereka bilang tak apa berhenti barang sejenak, katanya tak apa kalau aku lelah, istirahat saja. Tapi setiap aku melambat, mereka tetap pada kecepatannya yang kadang membuatku kebingungan harus diam atau kembali menyamakan langkah. Lalu […]

Titik Buta

Beberapa manusia membuka mata pada runyamnya dunia, lebih banyak lagi yang memilih buta. Menjalani kehidupan dan bersikap baik-baik saja seakan dunia sudah berjalan sebagaimana mestinya. Tapi kadang menjadi buta adalah pilihan. Pilihan untuk tidak membuka mata pada sekitar dan pilihan untuk tetap hidup tanpa bersentuhan.

Manusia kerap berteduh di bawah atap dosa-dosa yang mulai dilazimkan. Semua pelanggaran dan hal-hal yang tak wajar terlihat sangat jelas, namun pada titik tertentu manusia justru memilih menjadi buta.  Menutup mata atas bencana karena ulah tangan mereka atau menjadi tuli karena hak-hak minoritas yang masih diperdebatkan. Kampanye untuk menjaga semesta dan menciptakan masyarakat raharja tampaknya […]

Bungkamnya Dunia

Manusia semakin tak terjamah. Sibuk memperkaya diri, menumpuk harta, berlomba memenangkan tahta. Sampai lupa, saudaranya sendiri tengah melawan dunia di sebrang sana.

Tangis itu nyata, tercekat tak menggema. Tangan kurus penuh luka itu, menjamah cahaya dunia, memohon ditoleh barang sebentar saja. Desau erangan lapar, jeritan ketakutan, mengundang ngilu di pendengaran. Ribuan pasang netranya yang sayu menerobos gemerlap dunia, sedang meminta derma. Penuh Sesal, dunia tak memberi apa yang mereka minta. Mendadak senyap. Ia enggan berkomentar walau seucap […]

Serangan Fajar

Serangan fajar itu nyata, katanya. Sebagaimana aku lupa bahwa kamu pernah ada, dan tiba-tiba saja... kamu tak lagi ada.

Serangan fajar itu nyata, katanya. Menunggu untuk menyerang mereka yang tidak awas, menghancurkan apa yang tidak mereka sadari mereka miliki, menanti waktu yang tepat untuk mencuri sampai akhirnya mereka sadari bahwa hilang kini telah jadi teman mereka yang pasti. Iya benar, serangan fajar itu nyata, katanya. Sebagaimana aku lupa bahwa kamu pernah ada, dan tiba-tiba […]

Tak Perlu Sama

Seperti kata kak Novie Ocktaviane di buku Bertumbuh, “Kilometer nol setiap orang itu berbeda. Kita tak perlu memaksakan sama.”

Seperti kata kak Novie Ocktaviane di buku Bertumbuh, “Kilometer nol setiap orang itu berbeda. Kita tak perlu memaksakan sama.” Saya kilometer nol nya di Bandung, kamu mungkin di Jakarta, Depok, Bekasi, dan kota lainnya sesuai tempatmu berada. Kalau tujuan kita ke Ciamis, maka yang sampai duluan kemungkinan saya, lalu kamu menyusul. Belum lagi ditambah kemungkinan terjadi hal lain […]

Previous page Next page