Prosa

Masih Perang, Ya?

Ucapkan terima kasih kepada tubuh, diri, hati yang sudah sekuat jati.

Sejatinya, dunia memang dipenuhi banyak tanya. Pertanyaan dan teka-tekinya yang tak mampu kaujawab membuatmu terlihat bodoh berdiri di dalam dunia. Sekarang aku tahu, teka-teki sulit yang tak tertebak itu adalah pertanyaan yang kaubuat sendiri, kau sendiri juga tak tahu apa jawabnya. Lalu kau menyalahkan dirimu, orang sekitar dan semesta, kenapa mereka memberikan pertanyaan yang tak […]

Desember

Desember, maaf mengotorimu dengan banyak kesedihan. Tapi satu lagi kisah tentang perpisahan akan segera rampung ku tuliskan.

Desember dirundung rindu; akan hujan yang lama tak bertemu, akan seseorang yang lama tak bertamu. Apa kabar? Tanda tanya di ujung kalimat itu adalah bukti keegoisanku untuk menyentuh hidupmu sekali lagi. Itu menjadi hakmu, untuk menjawab ataupun tidak menjawabnya sama sekali. Sedang aku hanya bisa tertegun di ujung jurang kekecewaan karena lagi-lagi, rasa rindu mengalahkan […]

Sepasang Nahkoda dengan Arah yang Berbeda

Kita perlu menepi sebentar, karena aku masih punya pundak yang kuat untuk kau bersandar. Pintaku, kau tidak bergegas kemana-mana, temani aku merakit sempurna yang nyaris sirna.

Kita berada di kapal yang sama, bertugas mengerahkan segala imbang agar tak terambing. Berlindung di balik kata ‘saling percaya’, dari badai yang seketika memecah aman, lalu berdampak pada hilangnya nyaman. Riuh tak kunjung menemukan teduhnya, cemas menyelimuti batin beserta tenangnya. Kita perlu menepi sebentar, karena aku masih punya pundak yang kuat untuk kau bersandar. Pintaku, […]

Untuk Setiap Singgah yang Tak Pernah Menjadikannya Rumah

Tujuh milyar manusia, katanya, namun ia gemar sekali mempertemukan sebelum akhirnya memisahkan—menjadikan yang awalnya asing menjadi tak asing, sebelum akhirnya kembali menjadikannya asing.

Perihal kehidupan, ternyata ia memang jenaka apa adanya. Tujuh milyar manusia, katanya, namun ia gemar sekali mempertemukan sebelum akhirnya memisahkan—menjadikan yang awalnya asing menjadi tak asing, sebelum akhirnya kembali menjadikannya asing. Berpindah mengetuk dari satu hati ke hati yang lainnya, hanya untuk sekedarnya singgah sementara. Berpindah secara berkala sampai akhirnya kita lupa, sudah berapa banyak […]

Jakarta Pukul Tiga

Ayah bercerita perihal hidupnya yang penuh akan kerja keras sampai hasil menyapa tanpa berkhianat. Ibu bercerita mengenai iklim impiannya yang terbentang sampai senja menjelma.

“Apa kabar?” sebuah pertanyaan seribu makna. Sudah terpaut sepekan sejak senja meninggalkan corak tak berarti di wajah jumantara. Yang terbesit hanya semburat garis menua bersama. Ayah bercerita perihal hidupnya yang penuh akan kerja keras sampai hasil menyapa tanpa berkhianat. Ibu bercerita mengenai iklim impiannya yang terbentang sampai senja menjelma. Perihal waktu, aku percaya semua berawal […]

Bukan Salahmu

Puan, bilamana aku harus menggambarkan semesta dengan segala kompleksitasnya yang ada, maka aku ini terlalu miskin aksara.

Puan, bilamana aku harus menggambarkan semesta dengan segala kompleksitasnya yang ada, maka aku ini terlalu miskin aksara. Karena, sungguh aku ini cuma pujangga, bukan seorang filosof alam seperti Empedocles yang mampu menganalogikan bagaimana filantropi dan rasa benci sama-sama mengatur perubahan duniawi. Puan, perihal itu semua, aku bisa memberimu beberapa hal yang lebih ugahari, seperti selimut […]

Untuk Seseorang yang Kupanggil Ayah

Sebagai anak, baktiku hanya selembar daun kering yang gugur karena terlalu tua. Sulit untuk jujur bila akupun menyayangi kedua orangtuaku.

Dini hari, di hari yang orang-orang peringati sebagai cara berterima kasih kepada seseorang yang  dipanggil Ayah. Aku menasbihkan diri untuk memperingatinya dengan menyetubuhi aksaraku. Ayah, yang kuteguk ranum kasihnya saat orang-orang tertidur melewati waktu yang hinggap pada sepertiga malam yang akhir. Seperti hari ini, kala orang-orang memasang foto wajah ayah-ayah mereka di media sosial serta […]

Dasar yang Sama

Manusia sama pada dasarnya. Kita hanya sedang melalui persimpangan jalan yang berbeda, namun sama tujuannya.

Setiap saat terasa seperti malam. Pagi itu gelap. Siang itu dingin, Malam tetap menjadi malam. Seolah waktu tak bergerak, rasanya seperti berjalan di atas benang yang melingkar tak berujung. Memasang senyuman indah sekuat tenaga. Menegapkan badan, jangan sampai bungkuk. Menjaga intonasi bicara, jangan sampai terbawa emosi. Semua itu dengan ganas mengikat, agar menjadi rutinitas abadi. […]

Menyamakan Langkah

Terkadang yang perlu kita lakukan hanyalah bergerak maju, lalu maju, dan maju. Tak peduli dengan terseok, menyeret, atau mengisut sekalipun. Sampai akhirnya kita menemukan mereka menoleh sambil tersenyum beriringan dengan langkah yang seirama.

Yang aku tahu, semuanya melaju ke depan tanpa pernah mundur. Melaju sangat cepat, terkadang bahkan terlalu cepat sampai terengah aku mengejarnya. Mereka bilang tak apa berhenti barang sejenak, katanya tak apa kalau aku lelah, istirahat saja. Tapi setiap aku melambat, mereka tetap pada kecepatannya yang kadang membuatku kebingungan harus diam atau kembali menyamakan langkah. Lalu […]

Titik Buta

Beberapa manusia membuka mata pada runyamnya dunia, lebih banyak lagi yang memilih buta. Menjalani kehidupan dan bersikap baik-baik saja seakan dunia sudah berjalan sebagaimana mestinya. Tapi kadang menjadi buta adalah pilihan. Pilihan untuk tidak membuka mata pada sekitar dan pilihan untuk tetap hidup tanpa bersentuhan.

Manusia kerap berteduh di bawah atap dosa-dosa yang mulai dilazimkan. Semua pelanggaran dan hal-hal yang tak wajar terlihat sangat jelas, namun pada titik tertentu manusia justru memilih menjadi buta.  Menutup mata atas bencana karena ulah tangan mereka atau menjadi tuli karena hak-hak minoritas yang masih diperdebatkan. Kampanye untuk menjaga semesta dan menciptakan masyarakat raharja tampaknya […]

Previous page Next page