Prosa

Titik Buta

Beberapa manusia membuka mata pada runyamnya dunia, lebih banyak lagi yang memilih buta. Menjalani kehidupan dan bersikap baik-baik saja seakan dunia sudah berjalan sebagaimana mestinya. Tapi kadang menjadi buta adalah pilihan. Pilihan untuk tidak membuka mata pada sekitar dan pilihan untuk tetap hidup tanpa bersentuhan.

Manusia kerap berteduh di bawah atap dosa-dosa yang mulai dilazimkan. Semua pelanggaran dan hal-hal yang tak wajar terlihat sangat jelas, namun pada titik tertentu manusia justru memilih menjadi buta.  Menutup mata atas bencana karena ulah tangan mereka atau menjadi tuli karena hak-hak minoritas yang masih diperdebatkan. Kampanye untuk menjaga semesta dan menciptakan masyarakat raharja tampaknya […]

Bungkamnya Dunia

Manusia semakin tak terjamah. Sibuk memperkaya diri, menumpuk harta, berlomba memenangkan tahta. Sampai lupa, saudaranya sendiri tengah melawan dunia di sebrang sana.

Tangis itu nyata, tercekat tak menggema. Tangan kurus penuh luka itu, menjamah cahaya dunia, memohon ditoleh barang sebentar saja. Desau erangan lapar, jeritan ketakutan, mengundang ngilu di pendengaran. Ribuan pasang netranya yang sayu menerobos gemerlap dunia, sedang meminta derma. Penuh Sesal, dunia tak memberi apa yang mereka minta. Mendadak senyap. Ia enggan berkomentar walau seucap […]

Serangan Fajar

Serangan fajar itu nyata, katanya. Sebagaimana aku lupa bahwa kamu pernah ada, dan tiba-tiba saja... kamu tak lagi ada.

Serangan fajar itu nyata, katanya. Menunggu untuk menyerang mereka yang tidak awas, menghancurkan apa yang tidak mereka sadari mereka miliki, menanti waktu yang tepat untuk mencuri sampai akhirnya mereka sadari bahwa hilang kini telah jadi teman mereka yang pasti. Iya benar, serangan fajar itu nyata, katanya. Sebagaimana aku lupa bahwa kamu pernah ada, dan tiba-tiba […]

Tak Perlu Sama

Seperti kata kak Novie Ocktaviane di buku Bertumbuh, “Kilometer nol setiap orang itu berbeda. Kita tak perlu memaksakan sama.”

Seperti kata kak Novie Ocktaviane di buku Bertumbuh, “Kilometer nol setiap orang itu berbeda. Kita tak perlu memaksakan sama.” Saya kilometer nol nya di Bandung, kamu mungkin di Jakarta, Depok, Bekasi, dan kota lainnya sesuai tempatmu berada. Kalau tujuan kita ke Ciamis, maka yang sampai duluan kemungkinan saya, lalu kamu menyusul. Belum lagi ditambah kemungkinan terjadi hal lain […]

Paresthesia: Menemukan yang Tak Terjamah

Coba bantu aku. Beri aku secercah kebijaksanaan dan harapan dari relung sukmaku. Buahkan segala paling pada tiap tarikan benang merah dari nalarku. Wartakan kepadaku, apa segala yang sekarang kuusahakan akan bermakna?

Malam ini, lagi-lagi sekumpulan keraguan mengangkasa dalam cakrawalaku. Ada yang menjelma air yang membeku di jalanan yang liku. Lecat, berbahaya, dan repas. Kesempatannya terbatas. Memilih melintasi atau berhenti, ujungnya sama-sama terlibat dan membelit. Tetapi tergelincir seharusnya dapat lebih baik ketimbang terperosok. Di sini, aku sekarang. Memandang dan mengamati, tiap bayang dan remang, yang mungkin saja […]

Hanya Ingin Mengingatkanmu

Hanya ingin mengingatkanmu, ketika kamu mempertanyakan eksistensimu di dunia ini, percayalah semakin banyak proses yang kamu lewati dalam hidupmu, hal yang kamu pertanyakan itu akan terjawab pada saatnya.

Hanya ingin mengingatkanmu, kamu berharga. Kesalahan apapun yang terjadi dalam hidupmu, bukan berarti kamu tidak berguna, bukan berarti semua salahmu. Hidup ini bukan untuk menyenangkan semua orang, karena kamu bukanlah manusia sempurna yang bisa melakukan segalanya. Aku tahu ini tidak mudah untukmu, tetapi itulah nyatanya. Hanya ingin mengingatkanmu, ketika kamu merasa bersalah, dan kamu merasa […]

Dariku, Rumahmu

Sayang, kalau kau baca ini, kuharap kamu akan segera kembali. Pintuku belum kukunci malam ini, masih ada bagian tak terisi di ranjang sebelah kiri, yang kupikir akan kau isi malam ini.

Pada akhirnya, akan selalu kau temukan rumahmu padaku. Entah sejauh apapun kamu berjalan, sedalam apapun kamu menyelam, seriuh apapun keramaian, akau selalu kau temukan rumahmu padaku. Memang bodoh kedengarannya, membukakan pintu lagi dan lagi untuk setiap lelah perjalananmu–menyeduhkan secangkir teh sehangat seduhan bunda, menghantarkanmu ke kasur untuk kau sambut tidur yang lebih nyenyak, merawat setiap […]

Apresiasi Diri sebagai Bentuk Bersyukur

Sering gagal menurut saya adalah suatu pembelajaran. Hidup tidak memberikan kesenangan setiap saat. Selalu ada kekurangan di dalamnya. Gagal dalam mencapai sesuatu tentu pernah dialami setiap manusia dengan porsi dan waktu yang berbeda. Tergantung manusia mana yang dapat melihat makna dari kegagalan tersebut dan mau percaya bahwa ada sesuatu yang lebih besar.

Suatu hari, saya sejenak merenung, “untuk apa saya dilahirkan di dunia ini?”. Satu kalimat pertanyaan yang menjadi awal dari langkah menapaki hidup itu sendiri. Terkadang, kita tidak sadar bahwa kita punya peran penting di dunia ini. Individu punya perannya masing-masing. Bukan berarti kita hanya sekedar hidup di dunia ini. Hanya lahir, tumbuh dan besar menjadi […]

Untukmu

Melihatmu tersenyum di depan segala luka dibungkus kesederhanaan adalah alasan untukku dapat bertahan hidup melawan semesta yang kata manusia tiada pernah adil. Kamu mengajariku untuk dapat menerima garis kehidupan dan mensyukurinya, sebagai manusia yang tersakiti dan keras kepala, bagiku itu sebuah tamparan yang sangat keras.

Ada sebuah tempat yang menjadi saksi runtuhnya semesta dalam hidupku. Satu-satunya yang mau berdiam diri, hanya melihat dan mendengarkan, anehnya aku merasa dipedulikan. Semakin kosong isinya, semakin aku merasa nyaman. Dahulu, sering sekali meminta kepada ibu untuk boleh dilapisi oleh peredam suara, dengan kedok apabila aku bernyanyi sambil berteriak tidak akan menggangu seisi rumah dan […]

Ulu

Sampai kapan sebuah ruangan kosong yang seharusnya berkelut damai menjadi sebuah kumpulan kebisingan dan ingatan-ingatan pekak yang menumpulkan telinga, hati, dan ubun-ubun kepala?

Berkas berkas mu, ku, ka, ia, ada… Cahaya- bercahaya membekas, tertoreh di lubuk malam yang ter-kelam, walau ditemani sinar bulan, yang terpendam awan, lalu padam. — Seperti melihat ke belakang, berbaris-baris orang-orang yang berada di dalam sebuah ruangan sunyi- berbunyi- hanya menggema di dalam suatu kosong yang terisi oleh basahnya air- aliran-aliran syaraf yang menggeluti […]

Previous page Next page