Prosa

Istirahat Sesaat

Iya, ibukota kita ini lucu ya? Tak ada “ibu” di dalamnya. Tak ada hangat yang membuat kita ingin berlama-lama ada di tengahnya. Kalau mau tetap hidup, ya harus mampu bertahan. Kalau tidak, ya kau mati dibunuh oleh pelakon yang lain.

Kemarin, aku pulang kala mentari sudah kembali bersembunyi di balik bahari. Di tengah kota Jakarta yang penuh akan hiruk pikuk manusianya, aku membaur, tersaur, tersungkur. Rasanya kecil, mengecil, kemudian nihil. Entah apa yang aku rasa saat itu, namun rasanya memuakkan. Ketika kulihat seisi jalanan padat ibukota, selasar pertokoan yang dipenuhi manusia tanpa rumah, KRL yang […]

Temui Aku Sehabis Hujan

Hujan mengajakmu untuk menangis, namun ia mengajarimu untuk tetap kuat dan bertahan. Untuk dapat menaklukkan setiap panas badai dalam hidupmu.

Ketika semua yang kamu rasakan bercampur-aduk menjadi satu, bahkan untuk memilahnya pun kamu tidak mampu. Hanya bisa terdiam, memandang udara tak kasat mata, begitu pasrah mendengar suara dari berbagai arah. Lamunanmu terlihat begitu asyik, matamu terkunci tanpa adanya kedipan pasti. Padahal sebenarnya di dalam dirimu semua sudah hancur-lebur tidak bersisa apa-apa, bukan? Tiap kali ada […]

Sepasang Mata Sayu

Percayalah bahwa ketakutan hanya akan membesar jika kamu sendiri yang memberinya makan

Sepasang mata sayu sedang memandangiku dari sudut ruang. Atau barangkali aku saja yang terlalu percaya diri. Pada bola mata itu tidak ada refleksi benda apapun yang dipantulkan. Mata itu hanya melihat, tapi tidak menatap. Mungkin pemiliknya sedang berkelana dalam lembah dunia yang diciptakannya sendiri. Apa yang sedang kamu pikirkan? Percayalah bahwa itu hanya terjadi dalam […]

Kamu yang Terlalu Kaku

Terkadang ada yang tersangkut karena terlalu dipaksakan. Alhasil, robek.

Aku kadang tidak mengerti dengan bagaimana konsep semesta bercanda Menarik, lalu mengulur. Membolak-balikan, lalu mungkin mereka tertawa. Mungkin nampaknya lucu, menyuguhkan secangkir coklat hangat saat aku tersungkur kedinginan. Tapi lalu memberikan masam di dalamnya. Katamu, “masih banyak yang lebih buruk dari itu” “Ah, tetap saja masam!” Lalu aku yakin mereka sedang tertawa, sekali lagi. Diikuti […]

Bukan Tugasmu Membahagiakan Semua Orang

Kau terlalu memikirkan orang lain, sehingga kau lupa untuk memikirkan perasaanmu.

Hidup ini sudah rumit, jangan kau tambah dengan rasa tidak tegamu terhadap sesuatu yang memang tidak baik untuk dirimu. Terkadang kita dihadapkan oleh beberapa pilihan tapi karena kau punya perasaan tidak tega maka kau memilih apa yang sebenernya hatimu tolak, hanya karena tidak enak kau siksa hatimu. Lalu akhirnya kau juga yang kebingungan sendiri harus berbuat apa. Padahal […]

Menatap Teman Lulus Terlebih Dahulu

Untuk seluruh manusia yang berjuang untuk lulus. 

Kamu berdiri di belakang pagar reyot dan berkarat itu, kemudian satu persatu menatap teman-temanmu tersenyum, menerima banyak karangan bunga dari sejawatnya, dan kemudian berswafoto dengan hingar yang meletup-letup dari matanya. Kamu menatap dengan nanar, bahwa hari ini, kamu masih belum bisa mengundang ibu dan bapak untuk melihatmu menggunakan toga, memakai rias, dan berjalan dengan tegap […]

Langit dan Bumi

Seperti langit dan bumi yang merupakan bagian dari kebesaran semesta. Kita, adalah bagian dari ketulusan perasaan cinta.

Langit dan bumi adalah suatu kelengkapan, bukan pembedaan. Semua insan tahu bagaimana proses evaporasi terjadi saat begitu banyaknya kumpulan air di muka bumi mengalami penguapan. Uap air itu yang akan naik dan berkumpul untuk menggelapkan langit sebagai awan hitam. Murung, kelam. Pada saat itu, langit akan dengan segera membutuhkan bumi untuk menjatuhkan hujannya. Tanpa ragu […]

Kursi Tua

Penyesalan serupa penghukuman terhadap diri sendiri.

Sebuah kursi tua terhampar tak berdaya di sudut sebuah rumah yang juga sudah tua. Aku mematung di depannya. Mengulang kembali cerita Mama seminggu yang lalu, tentang kursi tua ini, sejenis kursi goyang peninggalan nenek buyut, dua puluh satu tahun silam. Sama dengan umurku sekarang. Angin dingin tiba-tiba hadir menyapa bulu romaku yang sedari tadi sudah […]

Ironi Manusia

Tuhan sungguh baik... terlalu baik...

Tuhan sungguh baik… terlalu baik… Ia rela merancangkan jalan cerita yang sempurna dan berbeda-beda bagi tiap insan di dunia, malahan tak sungkan untuk menyisipkan mukjizat menakjubkan sebagai pelengkap di dalamnya… Ia juga tak lupa mengajarkan tentang indahnya petualangan di alam raya lewat anugerah luar biasa yang jauh lebih besar dari segelintir ujian kehidupan yang sifatnya […]

Ketika Bermusuhan

Aku batu. Sekeras kepalamu atau tawa canggungku. Keras tiada ampun. Aku melempar diriku pada kamu, berharap mengintimidasi.

Aku batu. Sekeras kepalamu atau tawa canggungku. Keras tiada ampun. Aku melempar diriku pada kamu, berharap mengintimidasi. Intens, berulang kali. Tak masalah seberapa sering aku terkikis. Aku tahu aku tetap lebih keras darimu. Sampai aku tahu apa itu kamu. Asam. Cukup dosisnya untuk membunuhku. Setetes, dua tetes, mengalir di nadi-nadiku. Waktu aku bertemu denganmu, korosif […]

Previous page Next page