Adalah

(Bukan) Sirkuit

Sejak kapan hidup menjadi sebuah perlombaan?

Kita begitu terburu-buru di jalanan Saling sikut tak mau ketinggalan Ingin duluan, ingin paling depan   Seolah kematian menginjak pedal gas dan berkendara di balik kemudi Padahal ia membonceng, menjadi penumpang yang hanya berjarak beberapa ruas jari   Seolah nikmat Tuhan adalah alamat yang perlu dicari Padahal telah merupa dalam kendaraan kita sendiri  

Ironi Manusia

Tuhan sungguh baik... terlalu baik...

Tuhan sungguh baik… terlalu baik… Ia rela merancangkan jalan cerita yang sempurna dan berbeda-beda bagi tiap insan di dunia, malahan tak sungkan untuk menyisipkan mukjizat menakjubkan sebagai pelengkap di dalamnya… Ia juga tak lupa mengajarkan tentang indahnya petualangan di alam raya lewat anugerah luar biasa yang jauh lebih besar dari segelintir ujian kehidupan yang sifatnya […]

Tanda Kasih Untukmu

Mari berjalan bersama, melalui tapak yang tak sederhana

Tidak perlu takut, mereka bilang esok masih ada Masih akan ada segelintir luka Masih akan ada awan kelam Juga masih ada topan sesekali menghampiri Tapi, tak apa Mari berjalan bersama, melalui tapak yang tak sederhana Hidupmu bukan hanya bebanmu, bebanku juga Kita sama, manusia yang butuh ditopang Lalu mengapa tak bersama menghadirkan makna?

Saling

Kami diam, sebab di setiap kepala, makna memilih kamusnya masing-masing

Aku berjalan mencari sebuah ujung, berharap akan dipeluk kebahagiaan. Selalu aku bayangkan demikian: kau berwajah sayu, lugu tanpa gincu, menyimpan petang yang bisu. Bibirmu senantiasa menyunggi senyum karena mendengar ceritaku yang tiada habisnya.   Aku akan berkisah tentang manusia yang berenang di samudra. Pekerjaan telah menjelma air. Dan mereka mencarimu: istirahat di antara pasir putih, […]

titik temu

akankah kita bertemu: di sebuah titik persimpangan jati diri atau di sebuah sudut yang mati tak berdegup

akankah kita bertemu: di sebuah titik persimpangan jati diri atau di sebuah sudut yang mati tak berdegup rasa apa yang ditinggalkan: sebuah rasa manis yang dinantikan/ sebuah rasa pahit kenyataan bekas apa yang kautinggalkan: apakah goresan penuh doa ataukah kilatan merah darah akankah kau berlari menghampiriku; /haruskah aku mengejarmu padahal aku sedang tersandung dan terluka […]

Kepada Sang Bulan

Aku mencintaimu, Serupa cinta seekor pungguk yang berhasil memeluk bulan.

Aku mencintaimu, Serupa cinta seekor pungguk yang berhasil memeluk bulan. Pungguk yang menderita, terusir dari alam semesta, mengembara serupa Ahasveros, dalam kegelapan yang abadi. Namun pungguk tetap terbang menuju Bulan dengan sayap luka penuh sayatan. Sebab bertahun-tahun ia merindukan cahaya bulan. Aku adalah Pungguk yang akan teguh mencintai bulan dalam keadaan sabit, purnama, maupun gerhana. […]

Begitu

Jika cinta masih kupandang sebelah mata, percayalah itu bukan salahmu.

Jika cinta masih kupandang sebelah mata, percayalah itu bukan salahmu. Jika aku tak dapat melihat cinta sebesar gajah yang kautaruh di pelupuk mataku, percayalah (pula) itu bukan salahmu. Salahkan (saja) mereka yang merampas mataku.

Ketika Bermusuhan

Aku batu. Sekeras kepalamu atau tawa canggungku. Keras tiada ampun. Aku melempar diriku pada kamu, berharap mengintimidasi.

Aku batu. Sekeras kepalamu atau tawa canggungku. Keras tiada ampun. Aku melempar diriku pada kamu, berharap mengintimidasi. Intens, berulang kali. Tak masalah seberapa sering aku terkikis. Aku tahu aku tetap lebih keras darimu. Sampai aku tahu apa itu kamu. Asam. Cukup dosisnya untuk membunuhku. Setetes, dua tetes, mengalir di nadi-nadiku. Waktu aku bertemu denganmu, korosif […]

Sepiring Berdua

Bagi dia, bagi dua. Tambah lagi 1 telor dadar, pakai garam agak banyak. Bayar setengah harga, dia bilang tidak usah. Berdoa pada Tuhan yang sama.

Bagi dia, bagi dua. Tambah lagi 1 telor dadar, pakai garam agak banyak. Bayar setengah harga, dia bilang tidak usah. Berdoa pada Tuhan yang sama. Caraku begini dia begitu. Tuhan, semoga makanan ini menyehatkan untuk jiwa raga kami, Amin. Piring di tengah meja, makan sambil lirik-lirik ke mata. Lalu ada tawa tentang lagu-lagu remaja, yang […]

langit, mengapa engkau murung?

basahilah ia yang merindukan sentuhanmu sentuhlah ia yang merindukan pelukanmu sebab sudah lama kau tak datang sebab sudah lama kau tak singgah

langit, ku melihat kau terlihat lesu wajahmu muram seakan menyimpan luka lepaskan saja tumpahkan saja segala rasa rindumu sudahilah rasa sungkan itu langit, tahukah kau? bahwa bumi pun merindukanmu basahilah ia yang merindukan sentuhanmu sentuhlah ia yang merindukan pelukanmu sebab sudah lama kau tak datang sebab sudah lama kau tak singgah sandarkanlah kepalamu di sini […]

Previous page Next page