Adalah

Saling

Kami diam, sebab di setiap kepala, makna memilih kamusnya masing-masing

Aku berjalan mencari sebuah ujung, berharap akan dipeluk kebahagiaan. Selalu aku bayangkan demikian: kau berwajah sayu, lugu tanpa gincu, menyimpan petang yang bisu. Bibirmu senantiasa menyunggi senyum karena mendengar ceritaku yang tiada habisnya.   Aku akan berkisah tentang manusia yang berenang di samudra. Pekerjaan telah menjelma air. Dan mereka mencarimu: istirahat di antara pasir putih, […]

titik temu

akankah kita bertemu: di sebuah titik persimpangan jati diri atau di sebuah sudut yang mati tak berdegup

akankah kita bertemu: di sebuah titik persimpangan jati diri atau di sebuah sudut yang mati tak berdegup rasa apa yang ditinggalkan: sebuah rasa manis yang dinantikan/ sebuah rasa pahit kenyataan bekas apa yang kautinggalkan: apakah goresan penuh doa ataukah kilatan merah darah akankah kau berlari menghampiriku; /haruskah aku mengejarmu padahal aku sedang tersandung dan terluka […]

Kepada Sang Bulan

Aku mencintaimu, Serupa cinta seekor pungguk yang berhasil memeluk bulan.

Aku mencintaimu, Serupa cinta seekor pungguk yang berhasil memeluk bulan. Pungguk yang menderita, terusir dari alam semesta, mengembara serupa Ahasveros, dalam kegelapan yang abadi. Namun pungguk tetap terbang menuju Bulan dengan sayap luka penuh sayatan. Sebab bertahun-tahun ia merindukan cahaya bulan. Aku adalah Pungguk yang akan teguh mencintai bulan dalam keadaan sabit, purnama, maupun gerhana. […]

Begitu

Jika cinta masih kupandang sebelah mata, percayalah itu bukan salahmu.

Jika cinta masih kupandang sebelah mata, percayalah itu bukan salahmu. Jika aku tak dapat melihat cinta sebesar gajah yang kautaruh di pelupuk mataku, percayalah (pula) itu bukan salahmu. Salahkan (saja) mereka yang merampas mataku.

Ketika Bermusuhan

Aku batu. Sekeras kepalamu atau tawa canggungku. Keras tiada ampun. Aku melempar diriku pada kamu, berharap mengintimidasi.

Aku batu. Sekeras kepalamu atau tawa canggungku. Keras tiada ampun. Aku melempar diriku pada kamu, berharap mengintimidasi. Intens, berulang kali. Tak masalah seberapa sering aku terkikis. Aku tahu aku tetap lebih keras darimu. Sampai aku tahu apa itu kamu. Asam. Cukup dosisnya untuk membunuhku. Setetes, dua tetes, mengalir di nadi-nadiku. Waktu aku bertemu denganmu, korosif […]

Sepiring Berdua

Bagi dia, bagi dua. Tambah lagi 1 telor dadar, pakai garam agak banyak. Bayar setengah harga, dia bilang tidak usah. Berdoa pada Tuhan yang sama.

Bagi dia, bagi dua. Tambah lagi 1 telor dadar, pakai garam agak banyak. Bayar setengah harga, dia bilang tidak usah. Berdoa pada Tuhan yang sama. Caraku begini dia begitu. Tuhan, semoga makanan ini menyehatkan untuk jiwa raga kami, Amin. Piring di tengah meja, makan sambil lirik-lirik ke mata. Lalu ada tawa tentang lagu-lagu remaja, yang […]

langit, mengapa engkau murung?

basahilah ia yang merindukan sentuhanmu sentuhlah ia yang merindukan pelukanmu sebab sudah lama kau tak datang sebab sudah lama kau tak singgah

langit, ku melihat kau terlihat lesu wajahmu muram seakan menyimpan luka lepaskan saja tumpahkan saja segala rasa rindumu sudahilah rasa sungkan itu langit, tahukah kau? bahwa bumi pun merindukanmu basahilah ia yang merindukan sentuhanmu sentuhlah ia yang merindukan pelukanmu sebab sudah lama kau tak datang sebab sudah lama kau tak singgah sandarkanlah kepalamu di sini […]

Tentang Berpulang

Kali ini aku pergi. Entahlah, entah untuk pergi atau sesungguhnya untuk pulang.

Sudah beberapa tahun berlalu sejak bandar udara Polonia dipindahkan ke Kuala Namu. Dan aku tidak pernah ke Kuala Namu sebelumnya. Selama itulah aku belum menyentuh tanah ini lagi. Kali ini aku pergi. Entahlah, entah untuk pergi atau sesungguhnya untuk pulang. Mobil Kijang yang kutumpangi sudah terbatuk-batuk. Mesinnya sudah tua namun tetap dipaksa bekerja. Ada gundukan […]

Hal Merindu

Sudah berapa kali kau menertawakan rindu, tanyaku.

Sudah berjam-jam kita bicara perihal tidak ada. Tak mungkin hujan turun jika tak suka tanah. Dia rela menjatuhkan diri dari tingginya harga diri ke dasar hati. Lalu kita sama-sama tak mengerti mengapa hujan saat itu berhenti. Sudah berapa kali kau menertawakan rindu, tanyaku. Kau sendiri malu pada pintu kamarmu, dia paham betul tentang gelisah yang […]

Guratan Garis Tangan

Tapi apa kalian tahu bahwa garis tangan itu tidak permanen? Itu bisa berubah sesuai dengan kejadian, dan alur kehidupan.

Beberapa detik sebelum kita lahir, Aku selalu percaya bahwa proses terakhir yang Tuhan lakukan sebelum mem- paketkan kita ke dunia adalah mencetak garis tangan. Mungkin Tuhan meng-instruksikan para malaikat kepercayaannya untuk mencetak tangan-tangan mungil siap kirim ke dunia sebagai nomor identitas, jika saja Tuhan rindu, Tuhan bisa langsung menemukan mereka di belantara hutan dunia tanpa […]

Previous page Next page