Lepaskan Topengmu

Akhir-akhir ini kehidupan terasa berat, bukan? Aku ingin di sini, setidaknya untuk mendengarkanmu.

Katanya, manusia memang memiliki banyak koleksi topeng di dalam lemarinya. Satu untuk bertemu orang-orang di alun-alun kota; satu untuk sanak saudara dalam ruang keluarga; satu untuk teman-teman di ruang mana pun, tetapi tetap bisa terasa hangat; dan satu lagi tak pernah dibagi selain untuk diri sendiri.

Itu hakmu, pilihanmu, kebebasanmu, tanggung jawabmu. Namun, pernahkah satu waktu ingin kau lepaskan semua topeng-topeng itu? Ingin tunjukkan apa yang sebenarnya terjadi di balik sandiwara selama ini?

Tak apa, jika kau ingin menangis tergugu-gugu dahulu atau ingin lepaskan tawamu saat kebahagiaan hadir. Apa pun bentuk bahagia itu. Oh iya, memangnya, kau ingin bahagia yang bagaimana? Pura-pura atau sungguh-sungguh ada?

Aku percaya, segala emosi yang bisa kita terima, bisa bergilir kembali sebagaimana mestinya. Jika tidak, mungkin ada yang menghalangi jalanmu.

Kadang aku bingung, bagaimana kabarmu? Sesekali, bernapaslah, lepaskan topengmu.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top