folder Filed in Yang Sekarang
Bintang Hati
Seperti bintang, jati diri kita itu amat banyak, menawan, bersinar, dan mematikan.
Cantika Hana Hanifah comment 12 Comments access_time 2 min read

Mengapa kita tidak bisa melihat langit bertaburan bintang sesering kita melihat awan? Mereka bintang-bintang sebenarnya selalu ada di langit, tetapi mengapa kita hanya bisa melihat beberapa saja dari berjuta-juta?

Bintang-bintang sering terhalang awan atau lapisan bumi lain yang tebal. Mungkin sama seperti hati kita? Maksudku, coba kaitkan itu dengan hati kita. Siapa tahu ada penghalang yang membuat kita tidak bisa melihat diri sendiri? Hati setiap manusia itu banyak menyimpan rahasia. Mungkin hanya segelintir orang yang bisa menemui hatinya sendiri, karena kita semua juga tahu bahwa hati sulit untuk diselami.

Coba kita kembali kepada masalah bintang-bintang tadi. Mereka sangatlah indah, bukan? Berjuta bintang saat langit cerah memang sangat menakjubkan. Bagaimana kalau kita anggap jati diri kita sendiri itu seperti bintang dan hati kita sebagai langitnya. Jati diri kita itu amat banyak, menawan, bersinar, dan mematikan.

Jika kita bisa melihat bintang-bintang kita itu, tentu akan membuat kita lebih menawan karena kita bertindak sesuai diri kita sendiri. Bersinar, karena kita tahu jalan mana yang harus kita lalui untuk memancarkan diri. Terakhir adalah mematikan. Mengapa bisa mematikan? Seseorang pernah berkata jika kita tahu siapa diri kita sebenarnya, kita bisa mengalahkan semua lawan dan memenangkan semua pertandingan, dan menjadi seseorang yang mematikan.

Setelah mengetahui semua itu, pasti kita sendiri ikut bertanya-tanya, “Apa jati diriku? Siapa aku sebenarnya? Mana bintang-bintang dalam hatiku? Mengapa mereka belum terlihat?” Coba kita lihat apakah ada awan yang menghalangi langit hatimu? Apakah jutaan bintang itu belum terlihat bersinar? Coba lihat dalam bentuk apa awan itu mewujud? Sifat burukmu-kah? Iri, sombong, curang, malas, atau lainnya?

Tanyakan pada dirimu sendiri dan beritahu aku setelahnya jika akhirnya dirimu tahu, “Bintang manakah yang paling bersinar di hatimu?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment

  1. Berbicara perihal bintang, tak ada yang dapat melihatnya secara kasatmata kala mentari di atas kepala. Bagaimana menemukan diri kita kala itu? Atau mentari diibaratkan sebagai emosi, kita tidak dapat menemukan diri kita dalam luapan emosi.