Pesan Khayalan

Kalau bisa bertemu dengan diri saya saat remaja, saya ingin bilang, “Kalau kamu sudah merasa tidak nyaman, itu namanya penindasan.”
Akan sulit dipahami, tapi semoga perlahan-lahan bisa diresapi.

Banyak manusia yang mudah sungkan dari sananya, sering merasa tidak enak dan tidak berhak akan sesuatu, sampai mau-maunya menerima apa saja yang dilemparkan untuk dirinya, baik ataupun buruk.

Mungkin kamu, aku, atau kita, di beberapa waktu, adalah salah satu dari manusia itu.

Seiring berjalannya waktu, kadang saya teringat dengan momen-momen tidak enak itu; tak jarang diselimuti sesal, karena merasa gagal berdiri untuk diri sendiri.

Tapi tidak apa-apa.

Kalau tidak belajar, tidak akan tahu ‘kan?

Semakin besar, semakin banyak media yang mempersilakan semua orang untuk berbicara apa saja. Semakin banyak yang bisa diucapkan, semakin banyak juga cacian yang bersembunyi di balik nama samaran, dan asas kebebasan berpendapat.

“Lo enggak pinter, kalau gue iya.”

“Item banget sih kayak gembel, perawatan dikit dong!”

Kalau saya bisa bertemu dengan diri saya saat remaja, saya ingin bilang “Semua yang dikatakan dan dilakukan orang-orang ke kamu tidak akan berubah. Segala hal yang membuatmu merasa tidak nyaman akan menemukan caranya sendiri untuk kembali, dalam bentuk yang tak pernah sama, dalam keadaan yang seringnya tak terduga.”

Akan selalu ada yang mencela fisikmu, pun kerabat yang bertengkar denganmu karena kesalahpahaman kecil, atau bahkan keadaan saat orang-orang bergotong-royong memusuhimu karena hal tidak penting.

Tidak bisa dihindari.

Kalau saya bisa bertemu dengan diri saya saat remaja, saya ingin bilang, “Kamu cuma punya dirimu sendiri, yang menemanimu di setiap suka dan duka. Yang seumur hidup beriringan dengan jiwamu, mencoba berdamai dengan luka.”

Tidak akan pernah mudah.
Dan lagi-lagi, tidak apa-apa.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top