Zalfaa Daughtervy
Zalfaa Daughtervy

Secangkir Kopi

Pada malam itu, resah berpijar begitu terang di sebuah ruang beratap hujan. Secangkir kopi berdiri di atas sepi, menunggu untuk dijadikan sebagai seorang teman.

“Tenanglah,” bisiknya. “Kita akan baik-baik saja.” Pada malam itu, resah berpijar begitu terang di sebuah ruang beratap hujan. Secangkir kopi berdiri di atas sepi, menunggu untuk dijadikan sebagai seorang teman. Barisan tanda tanya mengantre di samping imaji-imaji tak bersuara. Mendesak ruang kepala yang sudah sempit akibat monokrom yang tak juga padam. “Bertahanlah,” bisik suara itu […]

Zalfaa Daughtervy 0 Comments 1 min read Continue reading

Previous page Next page