Teti Diana
Teti Diana

Posko Pengungsian dan Hal yang Tak Mau Kita Utarakan

apakah selama ini kita memilih berpura-pura diam seolah semua baik untuk keberlangsungan hidup?

Setiap waktu kau buka jendela udara menari bagai sepasang kekasih yang tak takut mati pada pagi hari, debu mereka membuat daun keabuan malamnya, seolah menidurkan kita dengan tenang   tetapi kematian datang melebihi rasa takut perlahan mengetuk rumah kau dan aku belum sempat berlarian, semua terendam hanyut dalam satu hitungan   di posko pengungsian kau […]

Teti Diana 0 Comments 1 min read Continue reading

Kembalikan

Selepas berdoa ibu terisak mengingat sikap anaknya sementara ayah memilih menunggu dekat beranda menemui lampu kecil taman tempatnya memilah gelap dan cahaya

Selepas berdoa ibu terisak mengingat sikap anaknya sementara ayah memilih menunggu dekat beranda menemui lampu kecil taman tempatnya memilah gelap dan cahaya tidak jauh dari tempat tinggal mereka suara-suara dibungkam sehabis berteriak menghantam ketakutan dor! duh! dalam bentuk apa penjara paling menakutkan? ketika keterbatasan menyergap tubuh ayah dan ibu? dalam bentuk apa penjara terasa menggelikan? […]

Teti Diana 0 Comments 1 min read Continue reading

Resiprokal

Kau ambil persediaan kayu di lebat hutanmu menggenggam sebagian aku dan kesetiaan adalah bahan bakar yang tersisa menghangatkan seisi ruang tamu.

Sejak hari itu aku berjalan ke dalam tatapmu memperkenalkan diriku menyambut dingin di gerbang kelopak yang jauh menatap. Sejauh aku menjelajahi rimba di matamu, selalu kujumpai rasa takut yang memenjarakan retina agar cahaya sirna sebelum hari kau rajut. Pernah sekali waktu, mata kita bertamu. Kau melihat mata sayuku. Mulai detik itu, kau ambil persediaan kayu […]

Teti Diana 0 Comments 1 min read Continue reading

Previous page Next page