Teti Diana
Teti Diana

Resiprokal

Kau ambil persediaan kayu di lebat hutanmu menggenggam sebagian aku dan kesetiaan adalah bahan bakar yang tersisa menghangatkan seisi ruang tamu.

Sejak hari itu aku berjalan ke dalam tatapmu memperkenalkan diriku menyambut dingin di gerbang kelopak yang jauh menatap. Sejauh aku menjelajahi rimba di matamu, selalu kujumpai rasa takut yang memenjarakan retina agar cahaya sirna sebelum hari kau rajut. Pernah sekali waktu, mata kita bertamu. Kau melihat mata sayuku. Mulai detik itu, kau ambil persediaan kayu […]

Teti Diana 0 Comments 1 min read Continue reading

Previous page Next page