Rizal Maulana
Rizal Maulana

Sepasang Nahkoda dengan Arah yang Berbeda

Kita perlu menepi sebentar, karena aku masih punya pundak yang kuat untuk kau bersandar. Pintaku, kau tidak bergegas kemana-mana, temani aku merakit sempurna yang nyaris sirna.

Kita berada di kapal yang sama, bertugas mengerahkan segala imbang agar tak terambing. Berlindung di balik kata ‘saling percaya’, dari badai yang seketika memecah aman, lalu berdampak pada hilangnya nyaman. Riuh tak kunjung menemukan teduhnya, cemas menyelimuti batin beserta tenangnya. Kita perlu menepi sebentar, karena aku masih punya pundak yang kuat untuk kau bersandar. Pintaku, […]

Rizal Maulana One Comment 1 min read Continue reading

Previous page Next page