Doa Usang

Sebungkus rokok adalah idaman. Dan segelas kopi adalah ritus penutup dari semua kewalahan. Iba hanya akan menjadi sepotong bangkai tatkala rasa ingin tau adalah sebuah kebutuhan khusus demi memenuhi asupan citra kepedulian.

Keadaan sudah tidak memungkinkan untuk terus mempunyai tujuan. Harapan hanya menjadi bulan-bulanan makian. Baiknya lepehkan cuapan soal impian. Do’a-do’a usang bahkan berserakan, beralih fungsi menjadi bahan tertawaan. Cinderamata yang disebut wejangan mungkin sudah menjadi pajangan. Berdebu di antara ribuan kosakata-kosakata pembangkit impian. Memang apa yang salah dengan menyerah? Mengais kecewa dan bersandar pada putus asa. […]

Negar Fitrian 0 Comments 1 min read Continue reading

Andien

Harapan adalah kemunafikan dunia. Topeng segala bentuk kelemahan. Buah dari kesedihan. Ia adalah musuh dari arogansi kehidupan, modus operandinya menghentikan segala tindakan yang mendukung dan menguatkan.

Harapan adalah kemunafikan dunia. Topeng segala bentuk kelemahan. Buah dari kesedihan. Ia adalah musuh dari arogansi kehidupan, modus operandinya menghentikan segala tindakan yang mendukung dan menguatkan. Namun harapan bukanlah hal yang bisa dihilangkan. Selalu menjadi momok bagi para pemuja ambisi. Dan ambisi adalah hasil dari keteledoran harapan yang terbengkalai. Kalimat-kalimat tersebut yang selalu terngiang dalam […]

Negar Fitrian 0 Comments 3 min read Continue reading

Saung Pak Tua

"Jangan habiskan masa mudamu hanya untuk membayar tagihan cicilan, anak muda."

Lampu-lampu sentir kian sayup tatkala congkaknya angin makin kencang berhembus bersamaan dengan menembus paksa masuk ke tulang rusuk ini. Malam makin menebar hawa mistik, sebuah akibat timbulnya mitos-mitos ciptaan orang-orang tua kita dahulu. Topik diskusi dari “Pak Tua” yang membuat kami tidak mengacuhkan suara reyot dari saung tua ini. “Tolong seduhkan kopi lagi, Nak!”. Ucap […]

Negar Fitrian 0 Comments 1 min read Continue reading

Pesan Bapakmu

Hai puan, bapakmu sempat berpesan untuk menikah dengan yang mapan. Baiknya kau iyakan perkataan bapakmu.

Hai puan, bapakmu sempat berpesan untuk menikah dengan yang mapan. Baiknya kau iyakan perkataan bapakmu. Bukan perkara mudah untuk mengubah pola pikir yang saat ini dalam satu garis lurus, terpakem dan mengakar. Aku tak ingin kau lapar hingga harus memakan sisa makan siang karyawan. Idealisme bukan suatu hal yang harus diuangkan, alih-alih aku berharap bisa […]

Negar Fitrian 3 Comments 1 min read Continue reading

Previous page Next page