Leia Pena
Leia Pena

Ulu

Sampai kapan sebuah ruangan kosong yang seharusnya berkelut damai menjadi sebuah kumpulan kebisingan dan ingatan-ingatan pekak yang menumpulkan telinga, hati, dan ubun-ubun kepala?

Berkas berkas mu, ku, ka, ia, ada… Cahaya- bercahaya membekas, tertoreh di lubuk malam yang ter-kelam, walau ditemani sinar bulan, yang terpendam awan, lalu padam. — Seperti melihat ke belakang, berbaris-baris orang-orang yang berada di dalam sebuah ruangan sunyi- berbunyi- hanya menggema di dalam suatu kosong yang terisi oleh basahnya air- aliran-aliran syaraf yang menggeluti […]

Leia Pena 0 Comments 2 min read Continue reading

Previous page Next page