Kukuh Aji
Kukuh Aji

Fakultas Pemaafan

Dentang lonceng akhir tahun ini, adalah kali ketiga saya mendengarkannya tanpamu. Namun ternyata tak juga membuat saya serta merta lupa namamu. Ingatan itu justru melata lebih cepat ketika saya berusaha untuk melupakan.

Pada suatu sore setengah matang, ada beberapa hal yang nampaknya hilang, seperti warna sendu di tepi langit yang biasanya membentang. Saya mengintip dari jendela depan, rupa-rupanya mendung sedang mengarak hujan. Perlahan kemudian ia mengetuk atap, mungkin bermaksud untuk datang. Telpon yang seharian ini bungkam, tiba-tiba berdering. Dari ujung sana menyergap saya, “Halo, ini masa lalu, […]

Kukuh Aji 0 Comments 2 min read Continue reading

Previous page Next page