Jovan Christopher
Jovan Christopher

Membenci Ibu Kota

Mereka lebih suka menggunakan tanda seru atau sama sekali tidak menggunakan tanda baca. Seolah mereka selalu tergesa-gesa menyelesaikan tiap-tiap kalimat, seakan setiap besok adalah hari kiamat.

Aku tak pernah benar-benar suka tinggal di ibu kota. Terlalu banyak pertanyaan di sana. Misalnya, mengapa harus ada kata ibu dan tidak ada kata kita di sana? Orang-orang bertanya tidak lagi dengan tanda tanya. Mereka lebih suka menggunakan tanda seru atau sama sekali tidak menggunakan tanda baca. Seolah mereka selalu tergesa-gesa, menyelesaikan tiap-tiap kalimat, seakan […]

Jovan Christopher 0 Comments 1 min read Continue reading

Musim Hujan

Saat hujan datang, anak-anak di dalam diriku tidak pernah bisa membedakan keduanya. Mereka seringkali pulang ke rumah dengan baju dan mata yang sama-sama basah.

Di sebuah kota yang berusaha mati-matian untuk melupakan kemarau, Hujan akhirnya turun menghapus kau dan masa lampau. Ia jatuh dengan lekas dan ringkas, seperti pesan-pesan singkatku di telepon genggammu yang tidak atau pernah kau balas. Di jalanan, kemungkinan adalah genangan dan kenangan adalah lubang. Saat hujan datang, anak-anak di dalam diriku tidak pernah bisa membedakan […]

Jovan Christopher 2 Comments 1 min read Continue reading

Untuk Seseorang yang Sedang Kesepian

Aku mau jadi apa saja yang mengingatkanmu bahwa kau tidak pernah benar-benar sendiri. Dan sepi hanyalah bait-bait puisi yang fiksi.

Menjelang malam jatuh menimpa seisi kota, kutemukan dirimu muram menghadap ke luar jendela Ada kenangan-kenangan dan keinginan-keinginan, yang belum sempat kau tanggalkan dan tinggalkan. Udara di rongga dadamu, kini begitu sejuk dan sesak. Kau seolah ingin berteriak. Tapi kesunyian dan kesendirian, punya suara yang lebih nyaring, daripada kepedihan. Kau lalu berbaring dan mencoba memejamkan mata, […]

Jovan Christopher One Comment 1 min read Continue reading

Previous page Next page