Suatu Sore di Stasiun

Maafkan aku tak pandai membaca isyarat alam, firasatku semu. Andai aku tau sore itu adalah hari terakhirmu, akan kupersembahkan perpisahan terbaik.

Suatu sore yang dingin dengan langit keabuan di atas sana. Kamu mencoba menghangatkannya dengan gurauanmu yang sama sekali tidak lucu, seperti biasanya. Kami telah tiba di stasiun. Katanya tempat ini saksi kunci bagi banyak pertemuan, perpisahan, juga janji-janji yang terpatahkan atau terpaksa dibekukan keadaan. Kereta datang silih berganti, manusia dengan segala kepentingan dan ambisinya hilir […]

Indry Wahyuningsih One Comment 4 min read Continue reading

Previous page Next page