Menatap Teman Lulus Terlebih Dahulu

Untuk seluruh manusia yang berjuang untuk lulus. 

Kamu berdiri di belakang pagar reyot dan berkarat itu, kemudian satu persatu menatap teman-temanmu tersenyum, menerima banyak karangan bunga dari sejawatnya, dan kemudian berswafoto dengan hingar yang meletup-letup dari matanya. Kamu menatap dengan nanar, bahwa hari ini, kamu masih belum bisa mengundang ibu dan bapak untuk melihatmu menggunakan toga, memakai rias, dan berjalan dengan tegap […]

Ghiyats Ramadhan 5 Comments 2 min read Continue reading

Ku Tak Pulang-pulang ke Rumah

Sejauh-jauhnya pergi, jangan pernah lupa untuk pulang. Meski hanya sesekali, ingatlah, dampaknya bisa berkali-kali bagi perspektif yang lain.

Sejauh-jauhnya kaki melangkah, kepada rumahlah jua kita kembali. Tanah rantau sudah merawat saya selama lebih dari empat tahun. Kebaikan-kebaikan, rasa manis, pengalaman-pengalaman luar biasa, kenangan yang sulit lupa, pojok-pojok dan kanal-kanal yang setiap sudutnya memiliki cerita sendiri tentu kadang membuat saya alpa bahwa saya punya rumah nun jauh di sana. Bukan saat-saat seperti ini saya […]

Ghiyats Ramadhan 8 Comments 2 min read Continue reading

Previous page Next page