Fathia Salma Ramadhani
Fathia Salma Ramadhani

Untukmu yang Beranjak Pergi

Kisah kita baru sepanjang prolog saja. Pergilah, tuntaskan apa-apa yang mengikat sebelum cerita kita membentuk satu-kesatuan buku utuh dan menyulitkan kita untuk membaca lalu melupakan isinya.

Jika yang kau ingin adalah pergi, berangan, menelisik tanpa terusik. Bebas, bercumbu di banyak dara tanpa bera, lantas, aku apalah daya? Canggih doaku hanya mampu menyertai, pawai kenangan yang riuh dan iring langkahmu pergi. Tak mampu membawa hadirmu kembali. Meski dalam hati, rasa dan karsa riuh menjeritkan kata yang tak mampu kuilhami. Meski kita sama-sama […]


Previous page Next page