Ema Auliya
Ema Auliya

Legitimasi Rasa

Ia sederhana, dan karenanya ada yang terus menajam diasah waktu. Ada rasa yang tumbuh tanpa perlu dipupuk banyak alasan.

Aku dan ia adalah sepasang manusia masa lalu, hidup dalam kisah hitam putih yang berdebu dan tak banyak orang tahu. Aku dan ia tidak saling bertemu, karena aku yang lebih dulu menemukannya pada tiga tahun yang lalu. Ia sederhana, dan karenanya ada yang terus menajam diasah waktu. Ada rasa yang tumbuh tanpa perlu dipupuk banyak […]

Ema Auliya One Comment 1 min read Continue reading

Terima Kasih Telah Pulang

Ingin rasanya menunggui mu pulang, berharap jumantara kehilangan senjanya. Lalu secarik kain tebal ku suguhkan di badan, berharap ada dingin melilit tanpa hipotermia.

Sore ini, ada yang bertamu di awan Memandang lekat Meliuk kehitaman Membuncahkan rindu yang masih asik terbenam Ingin rasanya menunggui mu pulang Berharap jumantara kehilangan senjanya Lalu secarik kain tebal ku suguhkan di badan Berharap ada dingin melilit tanpa hipotermia Nun jauh di ujung nadir ku kira Dan aku yang hendak melempar harapan jauh ke […]

Ema Auliya One Comment 1 min read Continue reading

Previous page Next page