Dhingga Hererha
Dhingga Hererha

Kepada Sang Bulan

Aku mencintaimu, Serupa cinta seekor pungguk yang berhasil memeluk bulan.

Aku mencintaimu, Serupa cinta seekor pungguk yang berhasil memeluk bulan. Pungguk yang menderita, terusir dari alam semesta, mengembara serupa Ahasveros, dalam kegelapan yang abadi. Namun pungguk tetap terbang menuju Bulan dengan sayap luka penuh sayatan. Sebab bertahun-tahun ia merindukan cahaya bulan. Aku adalah Pungguk yang akan teguh mencintai bulan dalam keadaan sabit, purnama, maupun gerhana. […]

Dhingga Hererha 0 Comments 1 min read Continue reading

Begitu

Jika cinta masih kupandang sebelah mata, percayalah itu bukan salahmu.

Jika cinta masih kupandang sebelah mata, percayalah itu bukan salahmu. Jika aku tak dapat melihat cinta sebesar gajah yang kautaruh di pelupuk mataku, percayalah (pula) itu bukan salahmu. Salahkan (saja) mereka yang merampas mataku.

Dhingga Hererha 0 Comments 1 min read Continue reading

Catatan dari Seorang Manusia Lamban

Apa jawaban kalian jika dihadapkan pada pertanyaan, “apa tujuan hidupmu?”

“Saya adalah seorang manusia lamban,” gumam sesosok perempuan sembari tercengung menatap lembar curriculum vitae miliknya yang kosong. Segudang pertanyaan membanjiri pikiran perempuan itu, diikuti dengan suara-suara yang datang dengan nada menyalahkan. Pun segenap rasa sesal di dasar hati yang sulit untuk beranjak pergi.   “Apa saja yang selama ini sudah kau kerjakan?” “Prestasi apa yang […]

Dhingga Hererha 9 Comments 6 min read Continue reading

Previous page Next page