Dhingga Hererha
Dhingga Hererha

Memilih yang Paling Indonesia

Apa saja hal yang kamu perhitungkan jika keputusanmu memiliki dampak besar bagi banyak orang? Sebuah negara misalnya? Memilih dua manusia yang nantinya akan memimpin kita semua. Jalan mana yang akan kau pilih?

Dunia adalah sebuah pesta dengan ribuan panggung di dalamnya. Kita, punya kekuasaan penuh, untuk menjadi penonton atau peserta dari berbagai suguhan acara. Sayangnya kita kerap lupa bahwa kita adalah penentu arah dan akhir dari cerita yang bisa kita percaya. Kehidupan merupakan sekumpulan pilihan, pertanyaan-pertanyaan pada lembar ujian yang menawarkan jawaban-jawaban tidak pasti. Terkadang kita tidak […]


Ketika Dicintai oleh Diri Sendiri

Semua bermula dari diri sendiri. Sebelum dicintai, maka mencintailah.

Semua bermula ketika saya mulai memperluas literasi saya di bidang mental health issues. Terminologi self love atau mencintai diri sendiri menjadi suatu hal yang ganjil di benak saya. Sebab yang terpikir oleh saya kala itu setiap mendengar kata self love adalah egoistik dan narsistik. Namun, lambat laun saya mulai memahami makna self love melalui serangkaian […]

Dhingga Hererha 3 Comments 4 min read Continue reading

Kepada Sang Bulan

Aku mencintaimu, Serupa cinta seekor pungguk yang berhasil memeluk bulan.

Aku mencintaimu, Serupa cinta seekor pungguk yang berhasil memeluk bulan. Pungguk yang menderita, terusir dari alam semesta, mengembara serupa Ahasveros, dalam kegelapan yang abadi. Namun pungguk tetap terbang menuju Bulan dengan sayap luka penuh sayatan. Sebab bertahun-tahun ia merindukan cahaya bulan. Aku adalah Pungguk yang akan teguh mencintai bulan dalam keadaan sabit, purnama, maupun gerhana. […]

Dhingga Hererha 0 Comments 1 min read Continue reading

Begitu

Jika cinta masih kupandang sebelah mata, percayalah itu bukan salahmu.

Jika cinta masih kupandang sebelah mata, percayalah itu bukan salahmu. Jika aku tak dapat melihat cinta sebesar gajah yang kautaruh di pelupuk mataku, percayalah (pula) itu bukan salahmu. Salahkan (saja) mereka yang merampas mataku.

Dhingga Hererha 0 Comments 1 min read Continue reading

Catatan dari Seorang Manusia Lamban

Apa jawaban kalian jika dihadapkan pada pertanyaan, “apa tujuan hidupmu?”

“Saya adalah seorang manusia lamban,” gumam sesosok perempuan sembari tercengung menatap lembar curriculum vitae miliknya yang kosong. Segudang pertanyaan membanjiri pikiran perempuan itu, diikuti dengan suara-suara yang datang dengan nada menyalahkan. Pun segenap rasa sesal di dasar hati yang sulit untuk beranjak pergi.   “Apa saja yang selama ini sudah kau kerjakan?” “Prestasi apa yang […]

Dhingga Hererha 18 Comments 6 min read Continue reading

Previous page Next page