Dasar yang Sama

Manusia sama pada dasarnya. Kita hanya sedang melalui persimpangan jalan yang berbeda, namun sama tujuannya.

Setiap saat terasa seperti malam. Pagi itu gelap. Siang itu dingin, Malam tetap menjadi malam. Seolah waktu tak bergerak, rasanya seperti berjalan di atas benang yang melingkar tak berujung. Memasang senyuman indah sekuat tenaga. Menegapkan badan, jangan sampai bungkuk. Menjaga intonasi bicara, jangan sampai terbawa emosi. Semua itu dengan ganas mengikat, agar menjadi rutinitas abadi. […]

Debora Violin 0 Comments 2 min read Continue reading

Untukmu

Melihatmu tersenyum di depan segala luka dibungkus kesederhanaan adalah alasan untukku dapat bertahan hidup melawan semesta yang kata manusia tiada pernah adil. Kamu mengajariku untuk dapat menerima garis kehidupan dan mensyukurinya, sebagai manusia yang tersakiti dan keras kepala, bagiku itu sebuah tamparan yang sangat keras.

Ada sebuah tempat yang menjadi saksi runtuhnya semesta dalam hidupku. Satu-satunya yang mau berdiam diri, hanya melihat dan mendengarkan, anehnya aku merasa dipedulikan. Semakin kosong isinya, semakin aku merasa nyaman. Dahulu, sering sekali meminta kepada ibu untuk boleh dilapisi oleh peredam suara, dengan kedok apabila aku bernyanyi sambil berteriak tidak akan menggangu seisi rumah dan […]

Debora Violin 0 Comments 2 min read Continue reading

Temui Aku Sehabis Hujan

Hujan mengajakmu untuk menangis, namun ia mengajarimu untuk tetap kuat dan bertahan. Untuk dapat menaklukkan setiap panas badai dalam hidupmu.

Ketika semua yang kamu rasakan bercampur-aduk menjadi satu, bahkan untuk memilahnya pun kamu tidak mampu. Hanya bisa terdiam, memandang udara tak kasat mata, begitu pasrah mendengar suara dari berbagai arah. Lamunanmu terlihat begitu asyik, matamu terkunci tanpa adanya kedipan pasti. Padahal sebenarnya di dalam dirimu semua sudah hancur-lebur tidak bersisa apa-apa, bukan? Tiap kali ada […]

Debora Violin 0 Comments 1 min read Continue reading

Previous page Next page