Ruang Temu

Aku tersenyum mengingat bagaimana dulu aku dan dia pernah menghias ruang ini menjadi sesuatu yang hidup. Mengisinya dengan tawa, tangis, dan semua hal yang ternyata mendewasakan. Tapi tempatku bukan lagi di sini. Begitupun dia.

Ternyata memang beberapa ada yang ditakdirkan untuk pergi, namun tidak untuk menghilang. Berjalan beriringan, namun dalam setapak yang berbeda. Sesekali menoleh, lalu tersenyum, sekadar memastikan semua baik-baik saja. Lagi, aku berhadapan dengan sepasang mata yang masih sama. Bercerita tentang setapakku, setapaknya, lalu tertawa. Tawa yang sama. Terlalu sama seakan waktu tak pernah berusaha mengubah setitikpun […]

Bernadetha Maria 0 Comments 1 min read Continue reading

Kamu yang Terlalu Kaku

Terkadang ada yang tersangkut karena terlalu dipaksakan. Alhasil, robek.

Aku kadang tidak mengerti dengan bagaimana konsep semesta bercanda Menarik, lalu mengulur. Membolak-balikan, lalu mungkin mereka tertawa. Mungkin nampaknya lucu, menyuguhkan secangkir coklat hangat saat aku tersungkur kedinginan. Tapi lalu memberikan masam di dalamnya. Katamu, “masih banyak yang lebih buruk dari itu” “Ah, tetap saja masam!” Lalu aku yakin mereka sedang tertawa, sekali lagi. Diikuti […]

Bernadetha Maria 0 Comments 1 min read Continue reading

Previous page Next page