Sembuh untuk Tumbuh

Seisi dunia nyaris tidak peduli bahwa manusia kerap menyimpan luka sendiri. Kalaupun luka disuruh berbicara untuk sampai di telinga, tetap saja obat terbaik akan kita temukan pada pertemuan hati dan pikiran sendiri.

Perihal patah yang kesekian, lagi-lagi dijadikan bandingan dengan rasa sakit yang lebih dulu raga lain rasakan. Memukul rata titik juang bukanlah wujud dari memanusiakan manusia. Tiap jalur yang kita tempuh punya kelajuan yang berbeda. Mari mulai berusaha agar kita hari ini lebih baik dengan kita kemarin.

Beberapa hal pantas dinikmati sebagai proses. Terlebih bagaimana menerima kekurangan maupun mencintai diri sendiri. Keduanya akan selalu jadi catatan besar kita untuk bisa memberi kebaikan bagi sekitar dan tetap menjadi pembelajaran seumur hidup.

Sempurna bukan hak milik manusia. Kita lahir dengan rengek seorang bayi mungil tak berdaya, hingga sejumlah luka diterima untuk mendewasakan diri dari waktu ke waktu. Bisa jadi langkah hari ini adalah keberanian kita untuk sembuh setiap saat. Rapuh dan keluh senantiasa mampu membuat tumbuh seorang manusia. Terima kasih sudah menjadi rasa singkat yang tak pernah usai!

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top