Kamu Memang Baik

Aku bosan dengan perjamuan manis yang disiasati luka. Sempurna dilegamkan mereka dengan apik. Salah bukan tempat. Akhirnya selalu ada batas beda di mana-mana. Ternyata, diistimewakan tidak selamanya istimewa. Dunia dan seisinya memang tidak bisa ditebak. Apalagi manusia, ada yang kerap dipandang setengah rasa, namun siapa sangka ia bisa melukis percaya. Aku mengingat salah seorang teman yang dulu paling bisa membuatku lepas. Lelaki dengan penampilannya yang sedikit urakan dan gaya bicaranya yang santai, rupanya melebihi ekspektasiku.

Pernah suatu ketika kita terlibat dalam satu diskusi, dia merasa tidak bisa melakukan suatu pekerjaan, tapi aku sangat percaya bahwa dia mampu. Banyak mata tertuju padanya saat itu, namun mataku melihatnya dengan kagum sekaligus membuktikan bahwa keyakinanku tidak salah. Entah datangnya dari mana, kepedulianku terhadapnya semakin tumbuh, mungkin dari hal-hal sederhana yang aku terima, dari sikapnya yang apa adanya, dan pertanyaan-pertanyaan di kepalanya. Aku merasa dia tidak seburuk penilaian yang kerap aku dengar dari sekitar. Satu yang kutahu, dia orang baik. Setidaknya selama aku mengenalnya, dia selalu baik terhadapku.

Ada topeng yang biasanya mereka pasang di hadapanku, jadi tak aneh jika aku tidak menunjukkan karakterku yang sesungguhnya, sehingga “kaku” sering kali mengisi percakapan. Sementara, di mataku ada seseorang yang berbeda karena menganggapku sama seperti manusia lainnya. Tidak memandang dosa atau suci. Tidak pernah berbalut manis untuk dianggap baik. Dia benar-benar ajaib dan kebaikannya abstrak.

Seseorang tidak pantas dipandang sebelah mata. Penampilan atau segala sesuatu yang dinilai dari standar manusia bukan tolok ukur kebaikannya. Kata baik terlalu luas jika disematkan pada hal-hal yang memiliki norma.

Kepada sebaris nama yang terdiri dari enam huruf, jika kamu membaca dan merasa kamu adalah tokoh yang aku ceritakan di sini, tetaplah jadi orang baik, sahabat baik, dan jiwa yang menyenangkan banyak orang. Atas langkahmu untuk mewakili pemenang puisi ketiga saat itu, terima kasih sudah berlaku baik kepadaku.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Chaitra Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Chaitra
Guest
Chaitra

Kata-katanya indah sekali. Hmm beruntungnya punya sahabat

Top