Elegi Pertemuan

Alunan kenangan kita masih kudengarkan

Erat terikat dalam pikiran
Rapi tersimpan

Kadang menyeruak hingga ke permukaan

Merongrong setiap jengkal perasaan

Merengek untuk tidak dilupakan

Hadir seolah-olah bentuk keagungan

Semburat metamorfosis letupan kesetanan

Jari-jemari bersinggungan

Saling mengisi kekosongan

Samar seolah tak terkoyakkan

 

Pelan memelan

Cepat mencekat

 

Tanpa permisi memenuhi semua sekat

Hingga nyeri tulang belikat

Enyahlah mukjizat

Kenangan ini nyatanya bukan berkat

Teramat penat

Sekelumit pertemuan-pertemuan hangat

Riuh redam mencekik dan menyayat

Menerabas semua akal sehat

Letupannya kian melumat

Siklus pertemuan dalam hayat

Sumpah mati tak ingin kuingat

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Faresha Nadia Amanda Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Faresha Nadia Amanda
Guest

Suka sekali sama puisi ini, terutama barisan terakhirnya. Terima kasih untuk tulisannya!

Top