Tentang Sebuah Hidup di Ruang Paling Sembunyi

Aku hanya ingin membaca tentang apa saja yang kau tulis.
Mendengar maki yang kau ciptakan untuk bertahan.
Meski terlalu meyebalkan mencernanya sebagai amarah.

Kutemukan lebih banyak kata-kata yang
kau sembunyikan di rumit tumit mu,
yang gemar melompat dari kenyataan pahit ke banyak sakit.
Ketimbang meminta mencintaiku lebih,
aku lebih senang mencitai dengan baik.

Tentangmu belum selesai, dan tidak akan.
Kecuali seseorang datang mencuri segalanya,
sampai aku kehabisan kata-kata.
Mungkin yang tersisa hanya decit skateboard yang selalu kau bunyikan di telinga.

Tidak ada yang lebih pasti selain luka di matamu.
Meski pelupukmu tangis paling beku (karena katamu boys don’t cry).
Di dadamu sesak berlubang sebesar bulan—tidak pernah redup meski pagi baik-baik saja.

Dan kamu tetaplah kesakitan, bersembunyi hebat dalam puisi.
Tidak peduli orang-orang menguliti.
Kamu tetap abadi di ruang paling sembunyi, yang selalu ingin kubeli.

2
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
shintaKayumanis11 Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Kayumanis11
Guest
Kayumanis11

Suka sekali?

shinta
Guest
shinta

Top