Dikenang

Setiap manusia memiliki impiannya masing-masing tentang bagaimana cara mereka akan dikenang. Ada yang ingin dikenang sebagai orang yang sukses, memiliki bisnis di mana-mana. Ada pula yang ingin dikenang sebagai orang yang kaya, memiliki harta yang tak habis-habis untuk tujuh turunan. Tapi bagaimana dengan diri sendiri? Ingin dikenang dengan cara seperti apa?

Mungkin, nanti saat aku sudah berusia senja, saat sedang menikmati teh hangat dan duduk di kursi kayu yang sangat nyaman, aku akan mengingat semua hal yang telah aku lakukan selama hidup ini, mulai dari masa taman kanak-kanak, sekolah dasar, SMP, SMA, kuliah dan sampai seterusnya. Banyak sekali flashback yang akan berkecamuk di pikiran. Apakah saya sudah melakukan semua yang saya cintai di dunia ini? Apakah masih belum cukup? Haruskah aku kembali ke masa lalu untuk memperbaiki semuanya? Ketika saat itu tiba, mungkin sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan. 

Waktu itu relatif, dia berjalan terus tanpa kita sadar kalau kita sudah sampai di akhirnya. Yang tersisa hanyalah orang-orang yang benar-benar menyayangi dan mencintai kita apa adanya tanpa syarat, sampai batas waktu yang ilmu pengetahuan bisa jelaskan. Dan itulah proses bagaimana kita mengenang sesuatu. Akan mulai dari hal-hal yang runut, kejadian awal, berlanjut dengan kejadian selanjutnya, begitu seterusnya.

Dan jika keadaannya dibalik, ketika mengenang seseorang, seseorang akan dikenang karena orang itu memberikan suatu hal yang bahkan tidak bisa kita jelaskan dengan logika apa pun. Seperti aku mengenang keluarga yang sudah tidak ada di dunia ini, selalu teringat memori-memori indah akan orang tersebut, kebaikan hatinya, pesan-pesannya, impian-impiannya yang belum sempat tersampaikan, berharap aku bisa meneruskan sisa-sisa mimpinya tersebut. 

Dan bagaimana aku ingin dikenang? Tidak muluk-muluk, aku hanya ingin orang selalu mengingat diriku sampai kapan pun mereka hidup. Mengingat tentang apa saja yang sudah kukatakan, kulakukan, dan kudedikasikan demi kebaikan mereka. Itu sudah lebih dari cukup. Karena terkadang, mengingat adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan, terlebih mengingat memori yang menyisakan duka dan haru. Tapi tak apalah. Memori yang berisi duka tidak selalu akan menjadi tangis, memori tersebut akan menjadikan kita bersyukur karena kehidupan.

Kehidupan tidak akan selalu baik kepada kita. Kehidupan yang kadang terjatuh, bangun lagi, terjatuh, bangun, sampai kita benar-benar menjadi pribadi yang jauh lebih kuat dibandingkan bertahun-tahun sebelumnya. Kehidupan yang mengajarkan bahwa Tuhan memberikan kita kesempatan untuk hidup dengan maksud yang kita pasti akan mengerti pada suatu hari nanti. Hargailah setiap waktu yang ada karena waktu tak akan pernah mundur. Dan biarkan orang mengenang diri kita dengan cara yang baik dan indah. 

Dan kamu, ingin seperti apa kamu akan dikenang?

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top