Merdekalah dari Cangkangmu Rayakan Jati dirimu

Perempuan harus bisa masak dan laki-laki tidak boleh menangis. Sepertinya sedari kecil baik langsung maupun tidak, itu yang diajarkan oleh lingkungan kita bukan? Bahwa perempuan harus tahu tempat gantungan panci masak, apa saja nama bumbu-bumbu dapur sedangkan laki-laki harus selalu berdiri sebagai pemimpin, apa pun yang terjadi. Rasanya ironis ketika gedung-gedung pencakar langit semakin tinggi dan teknologi semakin canggih, pemikiran dan perilaku kita masih terpenjara.

Ibu sering bilang, “Jadi orang itu yang penting baik dan jujur, juga tidak merugikan orang lain, apa pun itu pekerjaannya.” Kalau saja semua orang bisa berpikir seperti Ibu, mungkin sekarang dunia ini akan lebih baik. Lalu aku sadar bahwa kita sangat sering mengumandangkan keadilan, peradaban, dan moralitas. Namun, perbedaan gender jarang sekali dihargai. Kesenjangan masih saja menganga. 

Untuk kamu, perempuan yang saat ini sedang bersiap menikah, yang masih melajang karena merasa belum ingin terikat dalam hubungan, dan yang saat ini bercita-cita menjadi pemain sepak bola terkenal: Ketahuilah bahwa kalian berhak untuk melakukan apa pun yang kaumau dan Tuhan restui; kalian bisa menjadi apa pun dan tak ada satu pun yang bisa menghentikanmu kecuali takdir. Begitu juga untuk laki-laki yang saat ini sedang menangis karena hatinya terluka, yang lebih suka merajut ketimbang bermain sepak bola, dan yang saat ini sedang berjuang memimpin keluarga kecilnya: kalian juga berhak atas apa pun yang kalian mau. Namun yang terjadi setelahnya adalah pilihan masing-masing. Maka merdekalah dari cangkangmu, rayakanlah jati dirimu. Semua orang bisa menjadi versinya sendiri dalam menjadi seorang lelaki dan perempuan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top