Waktu Terjauh

Persamaan dari waktu terjauh adalah masa lalu. Tapi, sebagian orang masih enggan melepaskan dirinya dari masa lalu, masih gemar mengintip dari celah-celah jendela beranda yang padahal mereka tahu bahwa sang masa lalu itu sudah mulai menata dekorasi baru.

Memang yang lalu-lalu itu takkan seutuhnya luput dari ingatanmu. Sebab di kepalamu, kenangan itu takkan pernah pergi ke mana-mana. Kamu hanya harus belajar melapangkan ruang hati untuk berdamai dengan realita. Kelak, jika sesekali memori yang lampau itu mampir untuk bernostalgia, tidak ada lagi sakit yang terasa, juga tak ada lagi rindu yang tersisa.

Tenang, tidak perlu terlalu bersikeras untuk melupa. Sebenarnya ini bukan perkara melupakan, melainkan tentang merelakan, menerima kenyataan, kembali bangkit, dan lalu lanjutkan perjalanan. Sebab, hidup adalah serangkaian tragedi: setiap yang datang memberi makna akan memiliki tempatnya tersendiri; setiap mereka akan melemparkan banyak kebahagiaan dan kesedihan sepaket dengan pesan-pesan terselip yang kelak akan kita temukan. Kemudian menyadarkan kita bahwa hidup memang begini adanya, tak pernah benar-benar ramah, lelah dan pasrah kerap berkuasa, tapi kita tak boleh kalah.

Maka, tidak usah merasa tergesa-gesa, karena untuk sembuh dari luka yang teramat basah itu memang selalu butuh waktu. Pula, jangan berlari-lari mencari pengganti ke sana ke mari. Kamu hanya perlu lebih mencintai dirimu dahulu sebelum ingin dicintai kembali. Pada akhirnya, kau dan takdirmu akan saling menemukan di kemudian hari.

Semoga setelah ini tak ada lagi rindu yang menyesatkan langkahmu, hingga memutar balik arah untuk kembali kepada seseorang yang membuat hatimu patah.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top