Mengonsumsi Antibiotik, Mengonsumsi Masa Lalu

Hidup di dalam bayang-bayang masa lalu bukan hal mudah bagi kebanyakan individu. Ada ketakutan di tiap sudut, bagaikan hidup di penjara bawah tanah penuh debu. Bahayanya, rasa ini menjelma raksasa baru yang tumbuh dan menyobek perlahan tiap-tiap bagian tubuh. Untuk sebagian orang, masa lalu adalah hal yang memiliki kemiripan dengan hantu, seperti dongeng seram yang diperkenalkan ibu atau cerita rumah kosong yang ditinggal penghuninya selama sewindu. Seram, tragis, beku, apa pun sebutan yang kamu mau.

Sisanya, cukup berani menantang kehidupannya sendiri. Kumpulan kisah pilu dan perjuangan setengah mati nyatanya tidak berhasil membuat mereka ciut nyali. Saya menemukan banyak cerita lama dari berbagai individu tentang kumpulan luka masa lalu yang terdengar sangat menyayat di telinga kecil ini. Namun, mereka memutuskan untuk membuat analoginya tersendiri. Tiap lembaran cerita itu bagi mereka seperti tali randu yang disimpul kuat sehingga dapat mengangkat besi. Tiap simpulan sangat berarti, tiap-tiap luka membentuk diri.

Saya sendiri melihat masa lalu seperti antibiotik yang biasa dikonsumsi saat sedang sakit: menyembuhkan, tetapi pahit; seperti analogi membangun rumah di tanah sempit: menyulitkan, tetapi dapat melindungi diri dari perubahan cuaca yang semakin rumit.

Masa lalu seperti simpul-simpul tali randu. Tiap simpul adalah luka dan perjuangan. Tiap-tiap duka akan terus menguatkan.

3.5 4 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top