folder Filed in Puisi, Sendiri, Yang Lain
Ada Sepi dan Ramai di Kepala
Ada lemari tua yang hampir tumbang karena kupukul secara berulang. Ada kasur, dan penghuninya yang berangsur hancur. Ada Sabtu dini hari, dan jiwa lelah yang hampir mati.
Anisa Novitasari comment One Comment access_time 1 min read

Sabtu dini hari, pukul satu pagi,
Isi kepalaku gelap,
Tak ada cahaya, apalagi sinar menyala.
Yang terdengar hanya teriakan suara dari isi kepala,
Dan bising.

Kamarku terasa bising, namun sepi.
Aku tidak bisa membedakan antara bising dan sepi,
Antara ramai dan hening.
Semua membaur, menyamar, dan bergerumul menimpa tubuhku yang tengah tersungkur di sudut kasur.
Aku berbicara parau, kacau.
Buku bacaanku menangis, tersedu melihat hidupku yang beradu.

Ada lagu yang kuputar seribu kali dengan nada lirih yang berdengung di setiap dinding kamar.
Ada selimut katun yang penuh dengan peluh.
Ada lemari tua yang hampir tumbang karena kupukul secara berulang.
Ada kasur, dan penghuninya yang berangsur hancur.

Ada Sabtu dini hari, dan jiwa lelah yang hampir mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment