Kami.

Kemerdekaan ialah hak segala bangsa,
Katanya.
Nyatanya kemerdekaan hanya
Untuk para pemegang harta dan kuasa

Pandemi
Krisis ekonomi
Kelaparan di seluruh penjuru negeri
Dan kami
Rakyat yang masih harus dipaksa berdiri

Kami
Tak lelah bersuara
Dalam bentuk apa pun
Hanya untuk didengar

Ramai pesan kami
Sudah keras-keras kami lantangkan
Kami buat agar mudah kalian terjemahkan
Kalian para wakil rakyat
Para pemegang kuasa
Apa kalian tuli?
Atau menolak mendengar aspirasi?

Apa kursi-kursi mewah kalian terlalu nyaman?
Apa upah dan tunjangan kalian kurang sepadan?
Atau memang rancangan kalian berbeda tujuan?
Atau kami yang terlalu memaksa untuk diupayakan?
Tetapi, bukankah kesejahteraan rakyat yang perlu diutamakan?

Kalian,
Orang-orang pilihan
Yang dahulu mengumandangkan janji-janji hebat
Nyatanya, hanya sebatas amatir yang banyak bicara

Demokrasi?
Aspirasi yang dipadamkan oleh literasi
Mimpi-mimpi rakyat satu negeri
Yang dilupakan ketika bangun pagi
Kami butuh aksi
Bukannya reaksi yang hanya berujung narasi

Korupsi merajalela besar-besaran
Potongan masa hukuman diobral habis-habisan
Rancangan wakil rakyat yang berantakan
Demonstrasi yang hanya mengundang kemarahan
Sampai kapan tanah ibu pertiwi harus melihat pertikaian?
Harus menunggu berapa lama lagi agar kami benar-benar didengarkan?

3.6 5 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Top