Kala

Apa yang hebat dari cinta yang tak terbalas?
Apa yang membuatmu kuat setelah seluruh indahmu habis terkuras?
Bahagia yang awalnya ingin kaujemput lekas-lekas
Nyatanya hanya menyisakan isak yang telah jadi rutinitas

Aku, tempat teduh paling luas
Untukmu,
Kemarilah,
Kala harimu sedang tidak baik
Kala malammu sedang berisik
Kala kau ingin terisak seharian
Kala kau ingin mengeluhkan segala yang melelahkan harimu
Kemarilah, setelahnya jika kau ingin hilang lagi
Kupersilakan, sungguh tak apa
Sungguh!

Sisa-sisa air mata yang mengering di bawah matamu
Tatapmu yang sendu
Lidahmu yang kelu
Yang kau mampu saat itu
Hanya terisak hingga tersedu-sedu

Perlahan kucoba kembali
Menerbitkan binar di matamu
Memberi peluk sebanyak yang kau butuh

Memberi seluruh kasih yang kau perlu
Tak henti kau kugenggam
Sampai seluruh yang menghanguskanmu padam

Lalu, setelah semuanya usai
Saat hujanmu telah mengering
Kusertai pelangi untuk menemanimu
Sampai kau benar-benar pergi
Lagi

Sampai bayangmu tak terlihat lagi di ujung jalan
Barulah aku yang pergi
Membawa pulang kembali
Sebuah kenyataan
Tentang perasaan yang selama ini terus kugenggam
Hanya akan berujung pada sebuah kenang
Tentang rasa nyaman yang dibalut kata teman

Apa memang harus seperti ini?
Apakah cara memenangkanmu aku harus kehilangan diriku sendiri?

5 4 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
wandalfr
wandalfr
4 days ago

super cool!

Top