Apa yang Akan Kau Sampaikan kepada Anakmu, ketika Kelak Menjadi Seorang Ayah?

Menjadi seorang ayah adalah sebuah ketidakpastian. Aku, kau, mereka para lelaki, memiliki probabilitas yang sama untuk menjadi seorang ayah nantinya. Pernahkah kau bertanya, apa yang akan kau sampaikan kepada anakmu nanti? Silakan, aku senang untuk mendengarkan. Aku duluan? Baiklah. Pesan ini kusampaikan khusus kepada anakku nanti, dan secara umum kepada setiap anak yang telah dan akan turun ke bumi.

Nak, entah kamu laki-laki, entah kamu perempuan, rasa sayangku memang tak lebih besar dari Ibumu. Namun aku siap mendampingimu melawan kerasnya kehidupan. Jangan merasa kalah, hanya karena kamu merasa jenis kelaminmu tidak diuntungkan di lingkunganmu nanti. Jika kamu terlahir sebagai perempuan, kuatlah. Situasi di bumi kurang bersahabat terhadap jenis kelamin yang satu ini. Aku kerap menjumpai perempuan-perempuan hebat, Ibumu salah satunya. Kamu akan menemukan banyak referensi untuk menjalani hidup sebagai perempuan hebat. Teruslah belajar, mengamati, sampai akhirnya, terbiasalah. Aku tidak bisa berbicara banyak, Nak. Aku tidak pernah menjalani dan memandang dunia sebagai seorang perempuan. Yang aku tau hanyalah betapa berat hidup sebagai perempuan. Ibumu tau, tanyakan langsung kepadanya. 

Jika kamu terlahir sebagai laki-laki, aku ingin menyampaikan satu nilai yang wajib dimiliki setiap pejantan yang ada di bumi. Hargai setiap perempuan yang ada di sekitarmu. Jaga mereka, seperti adikmu sendiri. Jangan pernah memandang rendah mereka. Mereka adalah jenis terkuat di antara kita, para manusia. Jika kau ragu dan tidak percaya, tengoklah Ibumu yang kerap menyeka keringat sebab asap mengepul di dalam dapur, atau saat Ibumu membimbing dengan sabar di ruang belajar, atau saat Ibumu memperjuangkan dirimu di hadapan birokrasi sekolah, atau saat Ibumu terduduk letih mengurusmu saat sakit, atau saat Ibumu pulang kemalaman sebab angkutan umum yang sudi meninggalkan, atau saat Ibumu memarahi mereka yang kerap merundungmu, dan yang lain, yang tak pernah bisa kuimbangi. Lalu kamu akan bertemu dengan seorang perempuan yang tidak biasa. Perempuan yang akan membuatmu tak pernah letih menyebut namanya di dalam doamu. Perempuan yang tidak biasa, sampai-sampai membuatmu ingin menghabiskan sisa hidupmu hanya untuk bersamanya. Akan kuberitahu satu hal mengenai perasaan tersebut. Perasaan itu bukanlah sesuatu yang setelah kamu beri, maka sudah pasti akan kamu terima. Perasaan itu melibatkan dua insan dengan variabelnya masing-masing. Kamu hanya bisa mengendalikan perasaanmu, dan tidak berhak untuk mengendalikan miliknya. Jika kamu mencintainya, jagalah hatimu dan berjuanglah untuknya. Perihal dia juga mencintaimu atau tidak, itu bukan urusanmu. Yang kamu tau hanyalah, kamu mencintainya, dan sudah. Apa pun yang terjadi nanti, tetaplah pada perasaanmu. Biarkan hidupmu berjalan sebagaimana mestinya. Semua akan baik-baik saja. Hidup akan baik-baik saja, Nak.

Sebagai makhluk yang terlahir menjadi manusia, kamu akan menghadapi berbagai problematika seperti manusia pada umumnya. Ada kalanya, situasimu akan memburuk. Sekitarmu akan terasa menekan. Keadaan akan membuatmu jatuh, lagi, terus, menerus. Dan itu wajar, sebab kamu sudah memilih untuk tetap hidup. Kamu tidak menyerah, Nak. Tentu saja mati akan lebih mudah, dan kamu bukanlah manusia yang mengambil jalan mudah. Bersiaplah untuk segala tantangan. Jadi, pada setiap konsekuensi yang menghadang, bersiaplah untuk menghadap. Memang tidak mudah, dan tidak akan pernah. Air mata boleh jatuh. Rasa takut boleh tumbuh. Kamu boleh memilih untuk tidak patuh. Sebab tidak ada pula kepatuhan yang bersifat utuh. Untuk setiap perbuatan yang kamu lakukan, tanggung jawab, Nak. Setiap keadaan akan bergantung pada bagaimana caramu menghadapinya. Keadaan itu hanya akan menjadi masalah saat kamu menganggapnya sebagai masalah. Jika kamu tidak, itu bukan.

Prinsip yang teguh menjadikan dirimu tangguh. Jadilah seorang yang idealis, sampai kejamnya realitas memaksamu menjadi seorang yang realistis. Atau jangan, boleh saja. Mati dengan prinsip dalam genggaman, juga merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan. Jika orang lain enggan, percayalah bahwa diriku akan. Pula, ketahuilah bahwa Ibumu pasti. Jadi kamu mesti, ya, Nak.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top