Di selasar kampus,
gadis berliontin salib
mengingatkan sahabatnya,
si kerudung coklat
agar lekas salat.

Di mulut gang sempit,
seorang atheis
bermuka sekeras granit
memungut kucing jalanan
bau bacin
hampir mati.

Di pelosok dusun,
ibu-ibu bertelekung
berhenti ngaji
mencacak
selamatkan tetangga pemakan babi,
yang rumahnya dilalap api.

Di televisi,
para petinggi
adu argumentasi
perihal agama,
mencla-mencle
mengupas ayat a, b, c, d
demi apologia,
padahal kitab suci
di rumah mereka sendiri
dimakan ngengat
berlapis debu
jarang dibuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment

  1. Terlalu sibuk dengan urusan orang lain sehingga lupa untuk mengaca pada diri sendiri yang serba kekurangan