Demi Hari yang Esok Ada

Hai
sudah berapa lama kau bertahan?
sudah berapa lama kau lewatkan ingar Jakarta di hari Sabtu?

tak terhitung seperti waktu, kurasa

jika saja, tapi semoga tidak…
sering kau kutuk keadaan selama berhari-hari
sudah kau lalui banyak 7 hari tanpa ada rehat sehari
tak luput kau dipertontonkan banyak kebodohan setiap hari

mungkin sudah ada benarnya mereka, para pengkhotbah
yang meminta kau bersabar, dan bersyukur dengan yang ada
meski terkadang kau bertanya
“seabai apakah aku hingga harus terus diingatkan tentang yang ada?”

demi hari-hari yang kau nanti lebih baik, nantinya
kurasa, dan saatnya juga kau rasa
sudah saatnya kau mulai menerima dan belajar berdamai
agar berhenti kau kutuk mereka yang sibuk mengejar diri sendiri
agar gerammu dipermainkan yang ada berhenti gerogoti diri

lelah kau, hidupmu lelah
padahal masih ada hari yang belum datang

mungkin sudah saatnya kau cukupkan
membiarkan sejumlah keikhlasan yang kau miliki bantu redakan
karena yang ada tak pernah pasti, serahkan semesta ambil alih untuk kuatkan

semoga cepat, tak apa lambat
percaya kata waktu yang sembuhkan
sepenuhnya

biarkan dan serahkan
demi hari yang esok ada
agar kau hidup, dan tetap hidup
dengan segala yang ada
…….

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top