folder Filed in Puisi, Sekitar, Yang Lain
Burung-Burung Kertas
Hari-hari kita telah usang, sebelum sempat mengucap sayang. Tapi, bisakah aku membuka jeruji? Agar kita bisa terbang tinggi lagi?
Aliyah comment 0 Comments access_time 1 min read

Kawan,
Ada burung-burung terbang dengan kertas.
Membawa pensil, dan kenangan yang membekas.
Mengitari angkasa dengan kasih.
Bersama hatiku yang sebentar lagi akan rapuh.

Hari-hari kita telah usang.
Sebelum sempat mengucap sayang.
Tapi, bisakah aku membuka jeruji?
Agar kita bisa terbang tinggi lagi?

Kawan,
Diriku kehilangan harap tentang kita.
Kita yang pernah terbang tinggi bersama.
Mengudara di cakrawala yang indah.
Dan bernyanyi dalam rumah-rumah singgah.

Katamu,
Secepat air mengalir, waktu terus bergulir.
Kita hanya sendiri di sini.
Bersama jiwa yang mudah patah di nanti.
Yang tersisa hanya kenang yang mengisi.
Dalam detak yang mengiringi.

Di sini,
Kertas-kertasku mulai menguning.
Namun memoriku masih kokoh menggantung.
Burung-burungku sudah terbang rendah.
Tapi hatiku, sudah lekas sembuh.

Terima kasih.
Atas kesempatan bersama yang luar biasa.
Semoga, di sisi-sisi yang berjauhan.
Hati kita senantiasa berhadapan.
Mengenang dalam lingkup yang tak tergantikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment