Rindu yang Tak Kunjung Dijemput Waktu

Hei, Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan yang baik-baik saja.


Kita semua tahu situasi ini begitu asing, dan tanpa izin melukai hati banyak manusia yang memiliki hak untuk meraih rezeki, mengais validasi, mengejar mimpi hingga nyatanya dapat memudarkan keinginan hati walau hanya sekedar bertemu dan bercerita hingga bersandar pada bahu ternyaman. Semua rutinitas yang biasa dilakukan dari pagi sampai dini hari kini terhenti tanpa diskusi, tak jarang hari-hari yang dulu terlewati menghadirkan canda dan tawa, saat ini hati kita pun ikut terjeda untuk menerima bahagia dan semua menerima rasa yang sama, luka.

Kita semua sama, sama-sama terluka dan terus tergores dan menggores jika kita tidak bisa bersama-sama untuk saling menjaga. Di sini kita mengenal kembali apa itu sunyi, khusyuk dalam menyelami kata yang tersusun menjadi doa. Sekecil apa pun usahanya, semoga hitam segera mereda dan warna kembali tertuang dalam keseharian kita. Semoga pagi kembali menerbitkan arti yang akan terurai hingga sore menjemput dari balik kaca yang tinggi. Matahari yang saat ini kembali dicari, sedang dulu kita hindari karena sibuk mengejar mimpi hingga lupa waktu untuk menikmati hari tanpa adanya keterkaitan sebagai profesi. Apa pun yang terasa ini adalah duri yang asing bagi jiwa yang teguh dan teduh, apa pun yang berjalan ini adalah kesunyian yang tidak terhindarkan, apa pun yang termakan ini adalah rasa yang paling hambar. Apa pun yang terjadi saat ini semoga kita bisa saling menjaga satu sama lain, bukan karena ragam kebutuhan pribadi yang terkadang mengharuskan melakoni sedikit hal yang tidak disukai untuk dapat terpenuhi.

Tapi karena kita manusia, kita bisa lalui bersama-sama tanpa ada lagi yang harus nelangsa. Di dalam dunia nyata, profesi kita memang berbeda, tapi saat ini kita sama; bersama-sama saling menjaga. Kita memang tidak dalam satu janji cinta tapi kita punya rindu yang sama, yang tak tahu kapan akan dijemput oleh waktu.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top