Manusia kerap berteduh di bawah atap dosa-dosa yang mulai dilazimkan. Semua pelanggaran dan hal-hal yang tak wajar terlihat sangat jelas, namun pada titik tertentu manusia justru memilih menjadi buta.  Menutup mata atas bencana karena ulah tangan mereka atau menjadi tuli karena hak-hak minoritas yang masih diperdebatkan. Kampanye untuk menjaga semesta dan menciptakan masyarakat raharja tampaknya hanya gimik belaka.

Pilar-pilar humanisme tak lagi kokoh menyangga tabiat manusia yang semakin semena-mena. Alam, binatang, bahkan kaumnya sendiri menjadi bukti runtuhnya sebuah empati. Menyiratkan kekhawatiran akan tujuan adanya manusia sebagai khalifah di bumi untuk menjaga dan merawat semesta.

Pembalakan hutan secara liar dan konsumsi plastik yang tanpa ampun kian melukai ibu pertiwi. Pilunya bumi diikuti sayup-sayup kelompok wanita yang menyuarakan gerakan emansipasi wanita nyatanya tidak lantas mengikis semua pemikiran konservatif.  Mereka adalah satu contoh dari kelompok minoritas yang haknya mungkin kita rampas.

Banyaknya isu-isu sosial dan budaya yang menjadi dilema dan menciptakan retorika tentang bagaimana sebenarnya dunia ini seharusnya bekerja. Beban yang dipikul manusia tampaknya terlalu berat hingga mereka mulai membuat ilusi sendiri tentang konstruksi masyarakat dan menciptakan sistem kasta bahwa manusia lebih tinggi derajatnya dibandingkan hewan dan alam. Bahkan manusia beranggapan bisa lebih tinggi derajatnya dibandingkan manusia lain.

Layer jabatan dan nama belakang yang mulai menutup esensi manusia untuk saling menghormati satu sama lain. Proses akulturasi yang terjadi sehari-hari terasa semakin memudar.

Beberapa manusia membuka mata pada runyamnya dunia, lebih banyak lagi yang memilih buta. Menjalani kehidupan dan bersikap baik-baik saja seakan dunia sudah berjalan sebagaimana mestinya. Tapi kadang menjadi buta adalah pilihan. Pilihan untuk tidak membuka mata pada sekitar dan pilihan untuk tetap hidup tanpa bersentuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment