folder Filed in Hidup, Sepasang
Tentang Cinta
Cinta adalah menentukan pilihan setiap harinya; untuk mencintai atau tidak mencintai. Sangat sederhana, bukan?
Adam Alfares Abednego comment 0 Comments access_time 2 min read

Cinta adalah serangkaian pilihan. Pada dasarnya kita akan mulai menyukai seseorang dari bentuk fisiknya- lalu kemudian kita mulai mengenal lebih dalam. Selera humor, hobi, prinsip, logika, dan sebagainya. Dari berbagai hal tersebut, kita sudah mulai memilih mana yang sekiranya tepat untuk kita cintai. Jika pilihan sudah ditentukan, cinta bisa memberikan sensasi luar biasa. Bagaimana kita merasa nyaman ketika berada di dekat orang yang kita cinta, senyumannya yang seolah membuat kita lupa akan segala masalah, atau suaranya yang secara ajaib mengobati luka teramat.

Sama seperti menaiki sebuah pesawat, ada kemungkinan terjadi turbulensi; Ketidaksepahaman. Pertengkaran. Rasa bosan. Kita akan sampai pada titik dimana kita ragu apakah kita sudah menentukan pilihan yang tepat. Kemudian kita harus menentukan pilihan kembali: untuk tetap terbang bersama orang tersebut, atau melompat dari pesawat.

Jika kita memilih untuk melompat, sensasi terjatuhnya bida membuat kita menjadi dewasa, atau justru sengsara, tergantung apakah kita melihat hal tersebut sebagai sebuah akhir atau justru sebuah awal yang baru. Namun pada akhirnya kita akan kembali berada pada sebuah bandara dan menunggu untuk menaiki pesawat berikutnya. Lalu kemudian ada turbulensi lagi, atau justru kali ini tidak ada sama sekali, atau bahkan kita memilih untuk merubah tujuan penerbangan. Apapun itu, pilihannya akan tetap sama. Untuk tetap terbang atau melompat?

Cinta adalah menentukan pilihan setiap harinya; untuk mencintai atau tidak mencintai. Sangat sederhana, bukan? Sayangnya, tidak. Pilihan untuk mencintai bukanlah perasaan; melainkan sebuah tindakan. Itulah mengapa sangat sulit. Kita harus melakukan sesuatu, tidak hanya sekedar membeli bunga. Dan seringnya kita harus berkorban dan mengesampingkan keinginan diri sendiri. Terkadang mudang untuk dicintai. Terkadang juga sangat sulit. Tetapi pada akhirnya, itu selalu menjadi pilihan.

Lalu bagaimana kita tahu kalau itu cinta? Sayangnya, itu bukan pertanyaan yang harus ditanyakan. Pertanyaannya adalah: Apakah kita memilih untuk mencintai orang tersebut atau tidak? Sekarang. Bukan esok. Hari ini. Jika iya, cintai dengan semua kapasitas yang kita miliki. Jika tidak, maka berjanjilah satu hal.

Biarlah jatuhnya membuat kita lebih kuat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cancel Post Comment