Menjadi Manusia itu Berproses

“Kita telah menjadi juara bahkan sebelum ada di dunia.”

Aku menjumpai kalimat tersebut di sela-sela perjalananku setelah sekitar seperempat abad senantiasa bernafas. Rasanya agak sulit dipercaya, sebab tidak jarang aku merasa bahwa aku bukan siapa-siapa; selalu kalah dalam sebagian besar pertempuran yang aku temukan di kehidupan. “Menurut ilmu pengetahuan, kita telah mengalahkan ratusan juta lainnya untuk bisa menjadi kita sekarang.” Apakah itu cukup membuktikan bahwa aku adalah seorang pemenang?

Aku lahir tanpa membawa apa-apa, selain kepercayaan bahwa aku ada di dunia berkat usaha luar biasa Bunda melewati begitu banyak purnama. Aku lahir sebagai kertas putih yang rapih nan bersih, di dunia yang ternyata lusuh dan keruh. Tidak ada papan peringatan yang mengatakan bahwa perjalananku akan penuh dengan tantangan; kelokan dan tanjakan yang memaksaku memeras keringat untuk sekadar terlelap di malam hari. Tapi begitulah hidup, pelancongan yang begitu menakutkan adalah proses yang harus aku tempuh. Mau tidak mau, aku mesti berdamai dengan segala perkara-perakara dan bersua dengannya bak sahabat lama.

Karena masing-masing dari kita adalah juara, mungkin aku tidak perlu kembali berlomba dalam menjalani hidup ini. Aku tidak perlu membuktikan ke siapa-siapa tentang bagaimana aku semestinya; aku sekarang adalah produk dari keputusan-keputusanku di masa lalu. Dan akulah yang berhak dan bertanggung jawab atas hidup yang aku hirup; aku meresap ke dalam proses yang aku lalui. Sebab, bertumbuh bukan sebuah medan perang; tidak ada lawan selain diri sendiri yang sulit dikalahkan; bertumbuh berarti menerima celah di sekitar kita dan menjadikannya teladan supaya kita tetap belajar. Tidak ada garansi dari hidup selain mati, tetapi bagaimana kita menjalani sehari-hari ialah hal yang mesti kita banyak-banyak berkontemplasi. Apakah kita mampu menerima dan menjalani segala prosesnya dengan lapang dada?

Semoga kita juga bisa menjadi secercah harap bagi mereka yang dilanda gelisah. Dengan bercerita dan membagikan segala yang diberikan kehidupan supaya kita semua bisa belajar hidup bersama. Membangun kembali kepercayaan bahwa segala yang terjadi di sekitar adalah baik adanya, jika kita mampu memilah mana yang memang sekiranya baik untuk kita.

Memupuk; dibentuk. Membentuk; dipupuk.

Mari kita menikmati segala proses kehidupan di sepanjang perjalanan. Sebab, menjadi manusia adalah proses tanpa henti. Kita gagal; kita jatuh; kita bangkit lagi; kita buat koma baru lagi. Bersama kita belajar bagaimana cara menjadi manusia sepenuhnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Top