Memegang Kesadaran untuk Melawan Dajal Hari Ini

Dajal juga mengartikan kiasan: orang yang buruk kelakuannya; penipu; pembohong.

Memegang Kesadaran untuk Melawan Dajal Hari Ini

Dajal juga mengartikan kiasan: orang yang buruk kelakuannya; penipu; pembohong.

06/02/2026

Terkuaknya Epstein Files membuat banyak orang mempertanyakan hal yang sangat sulit dipercaya. Saya sendiri yang membaca banyak teori konspirasi di forum Kaskus zaman dulu menjadi bingung dan mempertanyakan akan kebenarannya. Dulu saya membaca teori-teori konspirasi hanya untuk hiburan, nggak terlalu mikirin teori-teori itu benar atau nggak. Hanya rasa penasaran untuk tau saja. Dulu, ada satu teori konspirasi tentang Gereja Setan di Bandung yang memiliki ritual kanibalisme, memakan daging bayi hasil aborsi, lalu saya memilih untuk nggak percaya kalau hal itu benar terjadi karena menurut saya itu kelakuan setan, bukan manusia lagi, dan saya nggak percaya kalau itu beneran terjadi.

Ketika saya baca beberapa utas dan pembahasan tentang Epstein Files, saya sampai cek berulang kali apakah ini dari sumber yang benar atau hanya teori konspirasi lagi. Kepala saya sulit menerima semua informasinya karena yang muncul di dalamnya adalah bukti-bukti human trafficking, pembelian dan pengiriman kain Ka’bah, dan tentang aborsi yang tertulis dalam kode rahasia melalui percakapan surel antara Epstein dan tokoh-tokoh triliuner dunia, yang mana beberapa dari mereka adalah role model untuk banyak orang. Semua kelakuan jahat dan bengis yang tertulis sangat sulit untuk dipercaya, menjadi sebuah kenyataan yang telah terjadi dan dimuat dalam sebuah dokumen bukti panjang dan dikeluarkan oleh Department of Justice, bukan lagi analisis personal untuk sebuah konspirasi. Saya jadi bertanya, Apakah dunia beroperasi seperti ini? Apakah selama ini kita di bawah kontrol setan dunia?

Banyak orang di dunia diiming-imingi hidup mapan kalau memiliki uang banyak, karena uang dipercaya sebagai alat untuk mencapai kesuksesan. Padahal sebenarnya uang hanyalah alat dari sistem yang dibuat oleh manusia-manusia yang keji ini. Berapa banyak perilaku jahat yang kita lihat disebabkan oleh uang? Berapa banyak orang yang menghalalkan sekian cara untuk mengeruk kekayaaan bertumpuk-tumpuk uang demi hidup yang lebih baik? Koruptor dari level paling rendah sampai yang paling tinggi adalah bentuk kekejaman dari uang itu sendiri karena mampu mengontrol ketamakan manusia dan kemudian lupa dengan kemanusiaannya. Mungkin yang salah bukanlah uangnya, karena uang hanya sebagai alat di sistem ini. Tapi sistem yang dibuat untuk memperkaya sejumlah pihak dengan cara yang tidak adil. Sistem yang menciptakan ketimpangan, ketamakan, dan akhirnya membuat kekacauan. Sepertinya sekarang adalah waktu untuk bom dari sistem itu meledak.

Memang benar, manusia memiliki 7 dosa mematikan; kesombongan, ketamakan, iri hati, kemarahan, hawa nafsu, kerakusan, dan kemalasan. Atas dasar kesadaran ini, manusia harusnya mampu untuk mengontrol diri supaya tidak terjerat dosa-dosa ini. Tapi kekacauan dunia sudah memperlihatkan banyak orang yang masuk ke lubang dosa-dosa ini terlalu dalam, dan mereka juga yang punya andil dalam memperkeruh situasi dunia. Atau mungkin termasuk setiap diri kita juga yang hidup tidak berkesadaran. 

Saya di sini berbicara sebagai manusia biasa, tidak punya kontrol akan dunia, saya juga bukan orang yang tidak berdosa, tapi melihat kekejaman yang di luar akal sehat itu sangat memilukan. Beberapa tahun sudah saya mengajak banyak manusia untuk memiliki kompas moral dan hidup berkesadaran di tengah dunia yang berjalan seperti prank, menjalankan misi utopis untuk membuat dunia lebih baik lagi walau seperti menjalankan misi yang mustahil. Tapi, jika saya jadi berpasrah dengan keadaan yang ada karena rasa kekecewaan yang terlalu dalam, lambat laun saya juga akan ikut serta di permainan yang bakal mereka buat setelah ini. Hal yang bisa saya kontrol adalah diri saya sendiri dan berkesadaran adalah satu bentuk perlawanan. Berbuat baik memang tidaklah mudah di tengah badai dan guncangan kejahatan yang lebih berkuasa di dunia ini. Jalannya pasti akan lebih susah. Tapi itu cobaan dunia, bukan?

Saya jadi ingat ajaran agama Islam ketika saya di sekolah dasar dulu, bahwa dajal akan datang memberikan kenikmatan hidup, tapi menjadi pengikutnya berarti tidak berada di jalan Tuhan. Mungkin jika melihat keadaan dunia sekarang, dajal hadir dalam bentuk yang nggak kita sadari, menjadi sebuah sistem yang membuat manusia semakin jauh dari kemanusiaan dan spiritualitasnya. Berita-berita yang kita konsumsi setiap hari sudah mengungkap perilaku buruk manusia yang disebabkan oleh hilangnya kemanusiaan dan kewarasan itu.

Berkesadaran seharusnya mampu menjauhkan diri dari kenistaan ini. Hal-hal yang membuat manusia semakin malas, ketergantungan, dan tamak, seharusnya bisa mulai kita sadari dan jauhi perlahan. Manusia itu adalah makhluk yang berakal dan mampu beradaptasi, pasti masih ada banyak harapan supaya kita bisa terlepas dari sistem yang buruk ini. Banyak juga kita lihat beberapa kelompok maupun negara yang sudah membuat sistem untuk hidup lebih adil dan berkesadaran. Kita sebagai individu harus mulai untuk lebih berkesadaran dan memiliki kontrol akan diri kita masing-masing, berusaha tetap membuat hidup yang lebih baik lagi walaupun jalannya berkerikil tajam.

Karena jika kekacauan ini juga bagian dari rencana mereka yang lebih berkuasa, memiliki kesadaran dan kewarasan adalah cara untuk bertahan.

Levina Purnamadewi

An observant who questions a lot about life, Co-founder & The Soul of Menjadi Manusia.
  • An observant who questions a lot about life, Co-founder & The Soul of Menjadi Manusia.

Bagikan:

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp

Lihat Juga